MBG Kembali Beroperasi, Harga Daging Ayam di Pasar Muka Ikut Naik

Harga daging ayam di Pasar Muka Cianjur kembali mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. (Foto: Dok. Cianjur Ekspres)

CIANJUREKSPRES.ID – Harga daging ayam di Pasar Muka Cianjur kembali mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Pedagang menyebut kenaikan dipicu berkurangnya pasokan di pasar setelah dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali beroperasi usai libur sekolah.

Salah seorang pedagang ayam di Pasar Muka Cianjur, Amud (34), mengatakan harga ayam potong yang sebelumnya sempat turun kini kembali naik.

“Awalnya sempat normal di harga Rp34 ribu per kilogram, sekarang naik lagi jadi Rp38 ribu per kilogram,” ujarnya Amud, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, kenaikan harga bukan disebabkan pedagang menaikkan keuntungan, melainkan karena harga dari distributor ikut meningkat akibat terbatasnya stok.

“Stoknya sedikit, jadi harga dari distributor naik. Kami hanya mengikuti harga dari distributor,” katanya.

Amud menjelaskan, berkurangnya pasokan ke pasar terjadi karena sebagian besar ayam dari peternak dan rumah potong kini diserap untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG.

“Kebanyakan diambil sama dapur MBG. Jadi yang masuk ke pasar tidak banyak. Waktu libur sekolah kemarin kan dapur MBG tidak beroperasi, stok ke pasar melimpah. Sekarang setelah beroperasi lagi, pasokan ke pasar jadi berkurang,” tuturnya.

Dia mengaku kondisi tersebut justru membuat pedagang mengalami penurunan omzet. Menurutnya, harga yang tinggi membuat daya beli masyarakat ikut menurun.

“Kalau harga murah pembeli banyak, keuntungan juga lebih besar. Sekarang harga naik, pembelinya malah berkurang,” kata Amud.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Nabila (21), mengaku terpaksa mengurangi jumlah pembelian ayam karena harganya kembali naik.

“Biasanya beli satu kilogram buat masak di rumah. Sekarang paling setengah kilogram saja, sisanya dipakai buat beli kebutuhan pokok yang lain,” katanya.

Dia berharap harga ayam dapat segera kembali normal agar tidak semakin membebani pengeluaran rumah tangga.

“Semoga harganya bisa turun lagi supaya masyarakat tidak terlalu berat saat belanja kebutuhan sehari-hari,” harap Nabila.

Di sisi lain, Sekretaris Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskumdagin) Kabupaten Cianjur, Nenden, mengatakan, kenaikan harga daging ayam dipengaruhi oleh kondisi pasokan di pasaran.

“Kondisi harga pasar memang sangat dipengaruhi oleh ketersediaan stok. Kalau stok melimpah harga akan turun, begitu juga sebaliknya. Kami akan berupaya menjaga ketersediaan stok di pasar agar harga bisa kembali normal,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *