CIANJUREKSPRES.ID – Keterbatasan armada pengangkut sampah masih menjadi tantangan besar bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur dalam menangani timbulan sampah yang mencapai ratusan ton per hari. Dari puluhan armada yang dimiliki, sebagian besar kendaraan sudah berusia tua sehingga berdampak pada lambatnya pelayanan pengangkutan sampah.
Kepala DLH Kabupaten Cianjur, Komarudin, mengatakan, saat ini pihaknya memiliki 41 armada pengangkut sampah yang rutin beroperasi. Namun mayoritas kendaraan tersebut merupakan armada lama yang diadakan sejak 2009.
“Armada yang selalu beroperasi ada 41 unit. Rata-rata pengadaannya tahun 2009 sehingga usianya sudah cukup tua. Dari jumlah itu, hanya sekitar delapan kendaraan yang kondisinya masih sangat baik dan mampu beroperasi secara optimal, karena itu pengadaannya tahun 2023,” kata Komarudin pada Sabtu 13 Juni 2026.
Menurutnya, jumlah armada yang tersedia saat ini masih jauh dari kebutuhan ideal untuk menangani timbulan sampah di Kabupaten Cianjur yang mencapai hampir 700 ton per hari.
Dia menyebut, Cianjur setidaknya membutuhkan 50 unit dump truck berkapasitas delapan ton agar pelayanan pengangkutan sampah dapat berjalan maksimal.
“Kalau mengacu pada jumlah timbulan sampah yang ada sekarang, minimal kami membutuhkan 50 dump truck berkapasitas delapan ton. Itu pun dengan kondisi kendaraan yang prima,” katanya.
Komarudin menjelaskan, armada yang masih dalam kondisi baik mampu melakukan hingga tiga kali perjalanan pengangkutan setiap hari. Sebaliknya, kendaraan yang sudah tua umumnya hanya mampu melakukan satu kali ritasi karena terkendala usia kendaraan dan jarak tempuh menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Mekarsari di Kecamatan Cikalongkulon.
“Yang kondisinya bagus bisa tiga rit dalam sehari, sedangkan armada lama rata-rata hanya satu rit. Kalau dipaksakan dua rit, waktunya tidak cukup karena jarak pembuangan cukup jauh,” jelas Kormarudin.
Menurut dia, keterbatasan armada tersebut berpengaruh langsung terhadap pelayanan pengangkutan sampah di sejumlah wilayah. Akibatnya, masih terdapat tumpukan sampah yang belum dapat terangkut sesuai jadwal.
“Kami ingin pelayanan lebih cepat, tetapi kondisi kendaraan menjadi kendala. Dampaknya masih ada sampah yang belum terangkut tepat waktu karena armada yang tersedia tidak mampu mengejar target pengangkutan,” katanya.
Selain persoalan armada, Komarudin juga menyoroti rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam membuang sampah sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Dia mengimbau warga untuk membuang sampah pada malam hari, agar sampah dapat langsung diangkut oleh petugas pada jadwal operasional berikutnya.
“Kalau sampah dibuang setelah armada berangkat, tentu harus menunggu jadwal pengangkutan berikutnya,” katanya.
Dia menuturkan, pihaknya telah mengajukan bantuan kendaraan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR. Komarudin menyebut pihaknya berpeluang mendapatkan sekitar 23 unit kendaraan pengangkut berukuran kecil.
“Mudah-mudahan bisa terealisasi pada Oktober atau November tahun ini sehingga dapat membantu pelayanan pengangkutan sampah,” ujarnya.
Meski begitu, Komarudin berharap ke depan seluruh armada pengangkut sampah di Kabupaten Cianjur dapat diperbarui agar memiliki kondisi yang lebih prima dan mampu beroperasi secara maksimal.
“Harapan kami armada yang tersedia ke depan benar-benar dalam kondisi baik sehingga bisa melakukan hingga tiga rit per hari. Dengan begitu penanganan sampah akan jauh lebih optimal,” pungkasnya.(












