Lokasi Pengendara Motor Terperosok dan Hanyut Terseret Arus Deras Drainase di Cianjur Sering Makan Korban

drainase
Tampak saluran drainase di Jalan Raya Puncak, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur yang pada Minggu (29/3) sore terjadi insiden pengendara motor terperosok dan hanyut terseret arus deras saluran drainase.(Cianjur Ekspres/Dede Sandi Mulyadi)

CIANJUREKSPRES.ID – Pasca insiden pengendara motor yang terbawa arus di Jalan Raya Puncak, tepatnya di Kampung Ciguntur, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur bukan yang pertama kali terjadi.

Bahkan, menurut keterangan sejumlah warga sempat, di lokasi serupa dalam beberapa tahun terakhir sudah terjadi sebanyak tiga kali kejadian.

Terbaru, pengendara motor pasangan suami istri yaitu TS (47), dan SV (45) asal Perumahan De Jaya Valley Blok G No 10, Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang yang menjadi korban di lokasi tersebut.

Kedua korban ditemukan meninggal dunia di dua lokasi yang berbeda dengan jarak sejauh 25 kilometer dari lokasi awal korban terbawa arus di Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.

Anwar (58) warga Desa Cipendawa mengatakan, bahwa sepengetahuannya sudah terjadi tiga kali laka lantas tunggal saat hujan lebat di ruas jalan tersebut.

“Kejadiannya sama, korban terjatuh dan terseret arus banjir hingga masuk ke saluran irigasi ini dan hilang di sungai,” katanya, Selasa 31 Maret 2026.

Sebelumnya kejadian yang menimpa pasutri pemudik tersebut, tiga orang juga pernah terseret arus banjir dan hanyut di sungai saat mengendarai sepeda motor.

“Waktu itu, satu orang berhasil diselamatkan, namun dua orang lainnya hilang dan beberapa hari kemudian ditemukan meninggal di aliran sungai,” katanya.

Menurutnya, sepanjang saluran air tersebut, sebagian sudah ditutup, namun sebagian besar dibiarkan terbuka, dan bisa membuat pengguna jalan terperosok ke dalam saluran drainase.

“Kalau bukan warga sini, apalagi pengendara dari jauh, bisa terperosok kalau kondisi jalan sedang tergenang air atau tertutup arus banjir, karena salurannya tidak terlihat,” katanya.

Hal serupa diungkapkan Ismail (62) mengatakan seorang ibu dan anak juga pernah mengalami kejadian serupa. Keduanya ditemukan meninggal di aliran sungai Ciguntur.

“Kebetulan waktu itu saya ikut yang mengevakuasi. Terseret arusnya dari arah sana, Juga sama jatuh ke sungai ini dan hanyut. Jenazah ibunya ditemukan tidak jauh dari sini, kalau anaknya sudah ke sana, ke muara,” katanya.

Dia mengatakan, kondisi jalan di lokasi tersebut kerap digenangi air hingga menimbulkan arus banjir saat hujan lebat dan berlangsung lama.

‘Drainase ini baru saja diperbaiki. Waktu itu katanya mau ditutup atasnya semua, tetapi sampai sekarang belum, masih ada beberapa titik yang kondisinya terbuka seperti ini,” katanya.

Dirinya berharap kejadian yang berulang ini dapat menjadi perhatian pemerintah untuk segera mengambil langkah penanganan dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

“Kan bisa ditutup dengan yang berongga itu atau sisinya dipagari. Pokoknya bagaimana caranya supaya aman saja, kalau dibiarkan seperti ini, berbahaya juga,” katanya.

Sebelumnya. pengendara motor diduga hilang setelah terbawa arus saat melintasi Jalan Raya Puncak-Cipanas tepatnya di Kampung Ciguntur, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.

Berdasarkan informasi yang didapat, kejadian tersebut berawal ketika pemotor dengan plat nomor D 2613 KL melaju dari arah Cianjur menuju Bogor, Minggu 29 Maret 2026 sore.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *