CIANJUREKSPRES.ID- Masa libur sekolah menjadi momen yang tepat untuk mengajak keluarga melakukan perjalanan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat nilai edukasi dan spiritual. Salah satu destinasi wisata religi yang layak dikunjungi adalah Makam Mbah Priok yang berada di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Tempat ini dikenal sebagai salah satu lokasi ziarah paling populer di Jakarta yang setiap tahunnya ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menjadi tempat berdoa dan refleksi diri, Makam Mbah Priok juga menyimpan sejarah panjang penyebaran Islam di Batavia.
Sejarah Makam Mbah Priok
Makam Mbah Priok merupakan tempat peristirahatan terakhir Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad, seorang ulama asal Hadramaut, Yaman, yang datang ke Nusantara pada abad ke-18 untuk menyebarkan ajaran Islam.
Menurut kisah yang berkembang di masyarakat, Habib Hasan meninggal dunia saat berada di atas kapal sebelum tiba di daratan Batavia. Jenazah beliau kemudian dimakamkan di kawasan yang kini dikenal sebagai Tanjung Priok.
Nama “Tanjung Priok” sendiri dipercaya berasal dari sebuah periuk atau priok yang selalu dibawa oleh Habib Hasan selama perjalanan dakwahnya. Periuk tersebut konon ikut terkubur bersama jasadnya dan menjadi penanda lokasi makam hingga akhirnya dikenal oleh masyarakat sebagai Mbah Priok.
Hingga kini, makam tersebut tetap dijaga dan dihormati sebagai salah satu situs religi penting di Jakarta.
Lokasi Makam Mbah Priok
Makam Mbah Priok berlokasi di Jalan Jampea Nomor 6, Koja, Jakarta Utara, tidak jauh dari kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.
Akses menuju lokasi cukup mudah, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.
Cara Menuju Lokasi
Menggunakan kendaraan pribadi
Pengunjung dapat menuju kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, kemudian masuk ke Jalan Raya Pelabuhan. Gapura besar berwarna hijau bertuliskan “Makam Mbah Priok” menjadi penanda utama lokasi.
Menggunakan transportasi umum
- TransJakarta Koridor 12 (Pluit–Tanjung Priok)
- TransJakarta Koridor 5 (Ancol–Kampung Melayu)
- KRL Commuter Line tujuan Stasiun Tanjung Priok
- Angkot dan bus kota jurusan Tanjung Priok
Fasilitas Lengkap untuk Peziarah
Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, kompleks Makam Mbah Priok telah dilengkapi berbagai fasilitas, antara lain:
- Area parkir luas untuk kendaraan pribadi dan bus rombongan
- Masjid dan mushala
- Toilet umum yang bersih
- Kios makanan dan minuman
- Toko perlengkapan ibadah
- Pusat oleh-oleh religi
- Pemandu wisata sejarah dan religi
Fasilitas tersebut membuat para peziarah dapat beribadah dan berwisata dengan lebih nyaman.
Daya Tarik Makam Mbah Priok
1. Arsitektur Bernuansa Timur Tengah
Kompleks makam memiliki desain yang kental dengan nuansa Timur Tengah. Ornamen khas Arab, kubah megah, kaligrafi Islami, serta perpaduan warna hijau dan emas memberikan suasana religius yang menenangkan.
2. Pusat Perayaan Hari Besar Islam
Makam Mbah Priok menjadi lokasi berbagai kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi Muhammad SAW, haul Mbah Priok, pengajian akbar, hingga kegiatan sosial keagamaan lainnya yang dihadiri ribuan jamaah.
3. Destinasi Ziarah Nasional
Tidak hanya warga Jakarta, peziarah dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Kalimantan hingga Sulawesi rutin datang untuk berziarah ke tempat ini.
4. Memiliki Nilai Spiritual yang Tinggi
Banyak peziarah datang untuk berdoa, bermunajat, dan mencari ketenangan batin. Suasana yang tenang membuat lokasi ini cocok untuk memperkuat spiritualitas dan meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT.
Pilihan Wisata Edukatif Saat Libur Sekolah
Mengunjungi Makam Mbah Priok saat libur sekolah dapat menjadi alternatif wisata keluarga yang berbeda. Selain mengenalkan anak-anak pada sejarah Islam di Indonesia, perjalanan ini juga dapat menjadi sarana pendidikan karakter, mempererat hubungan keluarga, serta menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai keagamaan.
Dengan sejarah yang kuat, fasilitas lengkap, dan suasana religius yang menenangkan, Makam Mbah Priok menjadi salah satu destinasi wisata religi yang layak masuk dalam daftar kunjungan selama libur sekolah 2026.












