CIANJUREKSPRES.ID – Bencana alam tanah longsor dan pergeseran tanah terjadi di dua kampung di Desa Campakawarna, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, Sabtu 31 Oktober 2026 pagi. Akibatnya dua rumah rusak berat akibat longsor, dan satu rumah dalam posisi miring serta retak karena pergeseran tanah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama, menjelaskan, bencana alam tanah longsor terjadi di Kampung Kampung Rawabuluh RT 01/RW 06.
“Tebing atau tanah di atas permukiman warga longsor dan menimpa dua unit rumah warga,” katanya, Minggu 1 November 2026.
Menurutnya, longsoran berupa tanah, baru dan reruntuhan material bangunan menimbun sebagian besar badan rumah, sehingga tidak dapat lagi ditempati dan membahayakan keselamatan penghuninya.
” Untuk evakuasi sementara, penghuni mengungsi ke sanak saudara yang kebetulan masih satu wilayah,” ucap Samudra.
Sementara itu di lokasi berbeda di Kampung Cadas Malang RT 03/RW 01 terjadi pergeseran tanah yang mengakibatkan kondisi rumah tersebut miring dan bangunannya mengalami retak.
“Sementara penghuni masih berada d rumah tersebut karena kejadian pergeseran tanah tersebut sudah lama,” katanya.
Lebih lanjut Samudra mengatakan, BPBD terus melakukan pemantauan wilayah di 32 kecamatan, baik melalui Whatsapp Grup relawan dan media sosial serta Siaga Darurat 112.
“Termasuk melaksanakan pengamatan informasi prakiraan cuaca dari BMKG, dan kegiatan piket rutin kesiapsiagaan, peringatan dini, administrasi dan pelaporan,” pungkasnya.












