Kronologi Penemuan Azkiya Nabila, Balita yang Sempat Dilaporkan Hilang di Labuhanbatu

Kronologi Penemuan Azkiya Nabila, Balita yang Sempat Dilaporkan Hilang di Labuhanbatu

CIANJUREKSPRES.ID- Dunia maya baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan keberanian seorang balita berusia lima tahun bernama Azkiya Nabila Limbong. Berbeda dengan narasi anak hilang yang biasanya sarat akan kepanikan dan tangis histeris, Azkiya justru menunjukkan ketenangan luar biasa saat diamankan oleh jajaran Polres Labuhanbatu, Sumatera Utara, pada awal Mei 2026.

Peristiwa ini bermula ketika Azkiya dilaporkan meninggalkan kediamannya di Gang Sado, Rantauprapat, sendirian. Berdasarkan keterangan yang dihimpun setelah ia ditemukan, alasan Azkiya pergi dari rumah tergolong sangat polos namun mengejutkan. Ia mengaku merasa bosan di rumah dan memutuskan untuk “jalan-jalan” melihat suasana kota tanpa didampingi orang dewasa.

Ketenangan Azkiya saat berada di kantor polisi menjadi magnet perhatian netizen. Dalam unggahan yang viral di akun Instagram @Polisi_Indonesia, Azkiya tidak menunjukkan raut wajah trauma. Sebaliknya, ia tampil sangat percaya diri, berdiri tegak, dan dengan lantang memberikan hormat kepada petugas kepolisian. Yang paling mengesankan bagi publik adalah kemampuannya dalam membantu polisi menyebutkan identitas dirinya secara lengkap, termasuk menyebutkan nama sang ayah, Marhaban, dengan artikulasi yang sangat jelas.

Julukan “Gen Alpha Mental Baja” pun disematkan oleh para netizen kepada Azkiya. Keberaniannya dianggap sebagai contoh nyata bagaimana seorang anak yang dibekali dengan informasi identitas diri dapat membantu proses pencarian atau pengamanan jika sewaktu-waktu terpisah dari pengawasan orang tua.

Pada momen penjemputan, sang ibu, Rizki Maimunah Sari, tak kuasa menahan haru saat kembali mendekap putrinya di Mapolres Labuhanbatu. Ia memberikan apresiasi yang tinggi kepada pihak kepolisian atas penanganan yang sangat humanis, di mana petugas memperlakukan Azkiya dengan penuh kasih sayang layaknya keluarga sendiri selama masa tunggu penjemputan.

Sebagai penutup dari kegaduhan yang ia buat, sebuah video “klarifikasi” lucu muncul di media sosial. Azkiya, dengan wajah polosnya, berjanji di hadapan petugas dan kamera untuk tidak akan lagi meninggalkan rumah secara diam-diam. Ia menyadari bahwa petualangan singkatnya demi mengusir rasa bosan telah membuat banyak orang khawatir.

Kasus Azkiya Nabila Limbong ini membawa pesan edukatif bagi masyarakat luas. Pihak kepolisian mengimbau para orang tua agar tidak hanya meningkatkan pengawasan fisik, tetapi juga mulai membiasakan anak-anak untuk menghafal nama lengkap orang tua, alamat rumah, serta nomor telepon yang bisa dihubungi dalam keadaan darurat. Kepercayaan diri Azkiya membuktikan bahwa pengetahuan tersebut adalah kunci utama keselamatan anak di ruang publik.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *