Komisi IV DPRD Cianjur Soroti Pelaksanaan Sekolah Maung di SMAN 1 Cianjur

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, Rustam Efendi.(Foto: Cianjur Ekspres/Moch. Nursidin)

CIANJUREKSPRES.ID – Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur menyoroti pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 1 Cianjur yang tahun ini ditetapkan sebagai Sekolah Maung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, Rustam Efendi, mengatakan, kebijakan Sekolah Maung tidak hanya terjadi di SMAN 1 Cianjur, tetapi juga diterapkan di sejumlah SMA dan SMK di Jawa Barat. Menurutnya, program tersebut merupakan arahan Gubernur Jawa Barat untuk mencetak generasi unggul dan berdaya saing.

“Program Sekolah Maung ini memang menjadi problematika di seluruh SMA/SMK di Jawa Barat. Kami juga sudah berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan disampaikan bahwa program ini merupakan arahan gubernur untuk mencetak manusia-manusia unggulan,” kata Rustam kepada Cianjur Ekspres, Rabu 17 Juni 2026.

Dia menilai, proses penyaringan dalam pelaksanaan Sekolah Maung merupakan hal yang wajar mengingat program tersebut baru pertama kali diterapkan.

Namun demikian, Rustam mengkritisi minimnya sosialisasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, informasi terkait program tersebut belum tersampaikan secara maksimal kepada masyarakat maupun pihak sekolah.

“Kami juga menyampaikan kepada Dinas Pendidikan Provinsi bahwa sosialisasi dirasa kurang dan tidak dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya, sehingga informasi tidak sampai secara menyeluruh kepada masyarakat, terutama pihak sekolah,” ujarnya.

Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur pun berupaya mendorong agar calon peserta didik yang tidak diterima di SMAN 1 Cianjur tetap dapat tertampung di sekolah-sekolah unggulan lainnya di Kabupaten Cianjur.

Selain itu, pihaknya meminta adanya fleksibilitas dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dalam pelaksanaan kebijakan tersebut, mengingat tidak seluruh calon siswa dapat terakomodasi di SMAN 1 Cianjur.

“Kami meminta ada sedikit fleksibilitas dari Dinas Provinsi karena tidak seluruhnya bisa terakomodir di SMAN 1 Cianjur,” kata Rustam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *