CIANJUREKSPRES.ID- Informasi yang beredar di media sosial terkait adanya siswa yang mengikuti pembelajaran daring namun diwajibkan datang ke sekolah untuk mengambil Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tidak benar atau hoaks.
Penegasan ini disampaikan oleh Sony Sonjaya selaku Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi. Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini BGN belum menyusun maupun membahas petunjuk teknis (juknis) mengenai penyaluran MBG dalam kondisi pembelajaran jarak jauh atau daring.
Menurutnya, pemerintah juga belum menetapkan kebijakan resmi terkait pelaksanaan pembelajaran daring bagi siswa. Oleh karena itu, mekanisme distribusi MBG masih mengikuti skema yang berlaku saat kegiatan belajar mengajar dilakukan secara tatap muka di sekolah.
Ia turut mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, khususnya di media sosial, dan tidak langsung mempercayai kabar yang sumbernya belum jelas. Setiap kebijakan resmi mengenai program MBG, lanjutnya, akan disampaikan secara langsung oleh BGN melalui saluran komunikasi yang terpercaya.
BGN menegaskan komitmennya untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar, baik dari sisi kualitas gizi maupun sistem penyalurannya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh para siswa di seluruh Indonesia.
“Apabila ke depan terdapat kebijakan baru, termasuk dalam situasi pembelajaran daring, hal tersebut akan dikaji secara menyeluruh dan diumumkan secara resmi,” tutupnya.












