CIANJUREKSPRES.ID – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur mengusulkan agar siswa yang terlibat perkelahian atau tawuran dikirim ke barak militer untuk menjalani pembinaan karakter dan kedisiplinan.
Kepala Bidang SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ipan Sopandi, mengatakan, usulan tersebut bertujuan untuk membina moral serta membentuk kedisiplinan pelajar yang bermasalah. Ia menegaskan, langkah tersebut bukan merupakan bentuk penindakan hukum secara pidana, melainkan upaya pembinaan agar siswa memiliki perilaku yang lebih baik.
“Nanti Pak Kadis mengusulkan ke Pak Bupati, anak yang tawuran atau berkelahi dilakukan proses pembinaan ke barak militer,” katanya, Minggu 25 Oktober 2026.
Disdikpora Cianjur juga lanjut dia, akan memperketat langkah preventif di lingkungan sekolah. Dalam waktu dekat, pihak dinas akan menerbitkan surat edaran resmi yang melarang seluruh siswa membawa telepon genggam serta kendaraan bermotor ke sekolah.
“Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh pihak sekolah, segera dikeluarkan surat edaran yang berisikan larangan bagi siswa membawa handphone dan tidak diperkenankan membawa kendaraan sepeda motor ke sekolah,” ujar Ipan
Selain itu, Ipan juga meminta pihak manajemen sekolah aktif menggelar kegiatan pembinaan rutin dengan melibatkan aparat kewilayahan. Sekolah diharapkan dapat menjalin kerja sama erat dengan Babinsa serta Bhabinkamtibmas.
“Sebagian besar insiden perkelahian maupun tawuran antarpelajar umumnya pecah sesaat setelah jam pelajaran usai, ketika para siswa sudah berada di luar pengawasan pihak sekolah,” ucapnya.
Ipan mengimbau agar waktu luang anak-anak setelah pulang sekolah diisi dengan kegiatan-kegiatan religius dan edukatif yang produktif.
“Anak-anak setelah pulang sekolah agar diarahkan ke hal-hal positif, seperti mengikuti sekolah agama atau mengaji di lingkungannya masing-masing,” tukasnya.












