CIANJUREKSPRES.ID – Seorang warga Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan tenggelam akibat terseret arus sungai saat menyeberang.
Korban ditemukan warga pada Kamis 25, Desember 2025, siang, setelah tiga hari setelah dinyatakan hilang.
Kapolsek Sindangbarang, AKP Dadang Rustandi, mengatakan, korban berinisial A (65), warga Kampung Loajajar, Desa Sirnagalih, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur.
“Korban sebelumnya dilaporkan hilang pada Senin 22 Desember 2025, sekitar pukul 15.00 WIB, saat menyeberangi Sungai Cisadea dalam kondisi arus deras akibat banjir,” kata Dadang saat dikonfirmasi Cianjur Ekspres, Kamis 25 Desember 2025.
Menurutnya, saat kejadian korban terlihat oleh saksi tengah menyeberangi sungai menuju kebun miliknya. Namun hingga sore hari korban tidak kembali ke rumah, sehingga keluarga dan warga melakukan pencarian secara mandiri di sekitar sungai dan area kebun.
“Korban baru ditemukan pada Kamis sekitar pukul 12.30 WIB di aliran sungai Kampung Pasalakan, Desa Sirnagalih, dalam kondisi meninggal dunia,” katanya.
Dadang menjelaskan, setelah mendapat laporan dari warga, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi korban bersama warga setempat. Jenazah kemudian dibawa ke Puskesmas Sindangbarang untuk dilakukan pemeriksaan medis.
“Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban mengalami luka lecet yang diduga akibat benturan dengan batu dan pasir saat hanyut terbawa arus,” katanya.
Setelah itu, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans Puskesmas Sindangbarang untuk dimakamkan.
“Setelah pemeriksaan selesai, korban diserahkan kepada pihak keluarga,” katanya.
Kapolsek mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai pada musim hujan.
“Kami mengingatkan warga untuk tidak memaksakan diri menyeberang sungai ketika debit air tinggi dan arus deras, karena sangat berbahaya,” pungkasnya.












