CIANJUREKSPRES.ID – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP di Kabupaten Cianjur tahun 2026 kini sudah dapat diakses oleh sekolah maupun peserta didik. TKA yang dilaksanakan secara serentak secara nasional tersebut diikuti oleh 29.096 siswa kelas IX dari SMP negeri dan swasta di Kabupaten Cianjur.
Kepala Bidang SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ipan Sopandi, mengatakan, pelaksanaan TKA berlangsung secara nasional mulai 6 April hingga 16 April 2026. Sementara hasilnya sudah dapat diakses sejak 26 Mei 2026 melalui tautan yang telah disediakan.
“Jadi hasil TKA ini bisa diakses oleh sekolah secara langsung secara rekapitulasi, bisa juga oleh siswanya secara langsung dengan memasukkan nomor peserta TKA,” katanya.
Ipan menjelaskan, dari total 449 sekolah yang mengikuti TKA, sebanyak 441 sekolah melaksanakan ujian secara mandiri, sedangkan delapan sekolah lainnya menumpang pelaksanaan di sekolah lain.
“Ini terdiri dari sekolah negeri dan swasta,” ucapnya.
Sementara itu, jumlah peserta TKA mencapai 29.096 siswa, terdiri dari 14.522 siswa laki-laki dan 14.574 siswa perempuan. Mata pelajaran yang diujikan dalam TKA hanya dua, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika.
Ipan menuturkan, secara umum pelaksanaan TKA tahun ini berjalan lancar. Kendala teknis yang sempat terjadi di sejumlah sekolah dapat diatasi, termasuk bagi siswa yang mengalami gangguan saat ujian telah mengikuti ujian susulan pada Mei 2026.
“Alhamdulillah pada dasarnya pelaksanaan TKA tahun ini berjalan dengan lancar. Adapun gangguan terkait masalah teknis itu bisa diatasi dan siswa yang mengalami kendala teknis sudah mengikuti ujian ulang,” katanya.
Meski tidak bersifat wajib, TKA memiliki fungsi penting sebagai alat ukur standar kompetensi lulusan siswa. Selain itu, hasil TKA juga menjadi salah satu syarat dalam proses penerimaan peserta didik baru jenjang SMA di Jawa Barat, khususnya melalui jalur prestasi.
“Untuk TKA ini sifatnya tidak diwajibkan oleh pemerintah. Namun hasil TKA dijadikan prasyarat khususnya di Jawa Barat dari SMP ke SMA. Nilai TKA menjadi persentase untuk jalur prestasi, dengan bobot 40 persen untuk sekolah biasa dan 60 persen untuk sekolah unggulan atau sekolah maung,” jelas Ipan.
Terkait capaian nilai siswa, Disdikpora Kabupaten Cianjur hingga saat ini belum dapat menyajikan data nilai rata-rata maupun nilai tertinggi dan terendah secara tingkat kabupaten. Hal itu karena sistem akses hasil TKA masih berbasis akun masing-masing sekolah.
“Secara rekapan kabupaten tidak muncul. Operator dinas harus merekap satu per satu dari sekolah sehingga kami belum bisa menentukan nilai tertinggi, nilai terendah maupun rata-rata hasil TKA,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya berencana melakukan rekapitulasi data dari seluruh sekolah untuk keperluan analisis capaian akademik siswa SMP di Kabupaten Cianjur.
“Insyaallah kita akan rekap nilai ini supaya bisa menganalisis hasil TKA berdasarkan skala kabupaten,” tukasnya.












