CIANJUREKSPRES.ID – Harga obat di Kabupaten Cianjur masih terbilang normal, meski di sejumlah daerah mengalami kenaikan khususnya untuk jenis Over The counter (OTC) atau golongan obat bebas dan bebas terbatas yang dapat dibeli secara resmi tanpa memerlukan resep dokter. Meski demikian sejumlah apotek tetap melakukan langkah antisipasi.
Seperti diketahui, jenis obat di Apotek di beberapa kota besar seperti di Bandung, Jakarta, Yogyakarta dan Surabaya mengalami kenaikan, imbas melemahnya rupiah terhdap nilai tukar dolar Amerika Serikat.
Pemilik Apotek di Jalan Pasirgede, Nur Hasan (42) mengatakan bahwa harga obat-obatan saat ini masih normal dan belum mendapatkan informasi adanya kenaikan harga.
“Dari distributor atau pemasok obat-obatan belum ada informasi kenaikan. Namun di berita, harga obat jenis Over The counter (OTC) atau golongan obat bebas, seperti di Jakarta sudah mulai mengalami kenaikan,” katanya, Kamis 11 Juni 2026.
Dia mengatakan, informasi dari pihak distributor beberapa produsen yang memproduksi obat OTC tersebut, bahwa sejak beberapa hari terakhir mengalami kesulitan mendapatkan bahan baku.
“Karena sudah ada informasi bahan bakunya susah, dan di beberapa kota besar pun harga obat sudah naik juga. Jadi saya sengaja mulai menambahkan dan memesan obat-obatan dari awal untuk mengantisipasi kenaikan,” ujarnya.
Hasan mengungkapkan, harga obat paracetamol sirup untuk anak pada Februari 2026 lalu, sudah mengalami kenaikan dari semula Rp21 ribu menjadi Rp24 ribu.
“Terakhir cuman obat itu aja yang naik, dan sampai sekarang belum ada lagi kenaikan. Kecuali di beberapa kota besar harganya sudah mengalami kenaikan,” katanya.
Sementara itu, Tika (40), pemilik Apotek di Jalan Pasirgede, mengaku khawatir harga obat-obatan yang biasa dijual mengalami kenaikan seperti di beberapa kota besar.
“Sekarang kan belum mengalami kenaikan, mungkin karena masih ada stok yang lama. Mungkin kalau misalnya barang yang baru diproduksi, bisa saja naik,” katanya.
Menurutnya, sejauh ini pasokan obat dari beberapa distributor masih sangat aman tidak ada kendala. Tika pun mengaku hanya bisa pasrah jika harga obat mulai mengalami kenaikan.
“Kalau harga sudah naik, ya harus gimana lagi kita pasti menyesuaikan saja dengan harga kenaikannya. Lalu mau bagaimana lagi,” tukasnya.












