CIANJUREKSPRES.ID- Menjelang Hari Raya Idulfitri, harga berbagai jenis daging di pasar mulai menjadi perhatian masyarakat. Permintaan yang meningkat biasanya membuat harga daging mengalami kenaikan, terutama untuk kebutuhan memasak hidangan khas Lebaran seperti rendang, opor ayam, hingga semur daging.
Berdasarkan data harga pangan terbaru, beberapa jenis daging tercatat mengalami variasi harga di pasaran. Daging ayam broiler saat ini berada di kisaran Rp40.069 per kilogram, sementara daging ayam kampung dijual lebih tinggi yakni sekitar Rp71.943 per kilogram.
Sementara itu, harga daging sapi secara umum berada di kisaran Rp137.333 per kilogram. Untuk daging sapi beku, harganya relatif lebih rendah yakni sekitar Rp113.685 per kilogram, sehingga masih menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat.
Jika dilihat dari potongan daging sapi lokal, harga juga bervariasi tergantung jenis bagian dagingnya. Has dalam (tenderloin) menjadi salah satu yang paling mahal dengan harga sekitar Rp141.249 per kilogram. Sedangkan has luar (sirloin) berada di kisaran Rp136.408 per kilogram.
Untuk bagian lain, paha belakang dijual sekitar Rp137.102 per kilogram, sementara paha depan berada di kisaran Rp134.735 per kilogram. Adapun daging sapi tetelan yang sering digunakan untuk campuran masakan dijual sekitar Rp73.862 per kilogram.
Permintaan Biasanya Naik Jelang Lebaran
Menjelang Lebaran, kebutuhan masyarakat terhadap daging biasanya meningkat cukup signifikan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya menu khas Lebaran yang menggunakan bahan dasar daging, baik daging ayam maupun daging sapi.
Para pedagang memperkirakan permintaan akan terus meningkat mendekati hari raya. Meski demikian, pemerintah dan pihak terkait terus memantau stabilitas harga serta memastikan pasokan daging tetap tersedia agar tidak terjadi lonjakan harga yang terlalu tinggi di pasaran.
Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, pembeli diimbau untuk tetap bijak dalam berbelanja serta memperhatikan kualitas daging yang akan dikonsumsi saat momen Lebaran nanti.