Harga Daging Januari 2026 di Jawa Barat, Ayam dan Sapi Alami Kenaikan Bertahap

Harga Daging Januari 2026 di Jawa Barat, Ayam dan Sapi Alami Kenaikan Bertahap

CIANJUREKSPRES.ID- Memasuki awal tahun 2026, harga daging di Jawa Barat menunjukkan pergerakan yang cukup beragam. Sejumlah komoditas daging, baik ayam maupun sapi, tercatat mengalami kenaikan harga meski masih dalam batas wajar. Kondisi ini dipengaruhi oleh meningkatnya biaya produksi, distribusi, serta permintaan pasar yang cenderung stabil pasca libur akhir tahun.

Daging merupakan salah satu sumber protein utama masyarakat, sehingga fluktuasi harganya selalu menjadi perhatian. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan harga daging di pasar tradisional maupun modern guna menjaga stabilitas dan ketersediaan pasokan bagi masyarakat Jawa Barat.

Berdasarkan data pemantauan harga Januari 2026, sebagian besar jenis daging sapi dan ayam mengalami kenaikan tipis, sementara beberapa potongan tertentu justru menunjukkan tren penurunan harga. Berikut rincian harga daging di Jawa Barat per Januari 2026.

Daftar Harga Daging Januari 2026 di Jawa Barat

1. Daging Ayam

  • Daging Ayam Broiler: Rp 40.865 per kg (naik 0,21%)

  • Daging Ayam Kampung: Rp 71.017 per kg (naik 4,59%)

2. Daging Sapi

  • Daging Sapi Murni: Rp 133.044 per kg (naik 0,23%)

  • Daging Sapi Beku: Rp 108.263 per kg (naik 1,86%)

  • Daging Sapi Lokal Has Dalam (Tenderloin): Rp 137.801 per kg (naik 0,35%)

  • Daging Sapi Lokal Has Luar (Sirloin): Rp 131.602 per kg (turun 0,82%)

  • Daging Sapi Lokal Paha Belakang: Rp 131.784 per kg

  • Daging Sapi Lokal Paha Depan: Rp 129.544 per kg

  • Daging Sapi Lokal Tetelan: Rp 73.399 per kg

Secara umum, harga daging di Jawa Barat pada Januari 2026 masih relatif terkendali meskipun terdapat kenaikan pada beberapa komoditas, khususnya daging ayam kampung dan daging sapi beku. Penurunan harga pada daging sapi has luar menjadi kabar baik bagi masyarakat yang mencari alternatif daging berkualitas dengan harga lebih terjangkau.

Masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam berbelanja serta memantau perkembangan harga di pasar. Pemerintah daerah diharapkan terus menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan stok guna menekan lonjakan harga, terutama menjelang momen-momen dengan permintaan tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *