CIANJURKSRES.ID – Jelang akhir tahun 2025, pedagang sayur di Pasar Induk Cianjur Herdansah (40), menyebutkan harga cabai alami kenaikan hingga dua hingga tiga kali lipat .
“Cabai naik dua kali lipat, ya. Eh, tiga kali lipat,” kata Herdansah.
Menurutnya, kenaikan terjadi sejak pertengahan November 2025 dan berlangsung bertahap. Dia memperkirakan harga masih berpotensi naik hingga menyentuh Rp100 ribu per kilogram.
“Cabai rawit hijau kini naik dari Rp25 ribu menjadi Rp65 ribu per kilogram. cabai domba menurutnya naik dari Rp40 ribu menjadi Rp90 ribu per kilogram. Cabai TW dari RpRp35 ribu jadi Rp50 ribu per kilo. Cabai keriting dari Rp30 ribu jadi Rp60 ribu per kilo,” katanya.
Sementara itu, untuk cabai tanjung menurun harganya dibandingkan dengan jenis cabai yang lain.
“Cabai tanjung malah turun dari Rp70 ribu menjadi Rp35 ribu per kilo,” katanya.
Selain cabai, bawang merah juga mengalami tren kenaikan. Namun, bawang putih masih stabil harganya.
“Bawang merah naik jadi di harga Rp44 ribu per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp28 ribu, sedangkan bawang putih stabil di Rp32 ribu per kilogram,” katanya.
Meski harga tinggi, penjualannya justru menurun.
“Sepi. Jualan nurun. Harga aja yang naik. Untuk omset biasanya Desember tahun lalu itu perhari nya bisa dapat Rp1,5 juta, kalau sekarang perhari nya sekitar Rp800 ribu saja,” katanya.
Menurutnya, selain faktor cuaca hujan dan momen Nataru, keberadaan MBG turut memengaruhi kondisi penjualan menjadi sepi.
“Jadi kan sebenarnya MBG juga memengaruhi, jadi yang dari MBG itu misalnya mau pesan wortel atau apa gitu langsung dari bandar nya. Kita pengecer kecil jadi tersaingi gitu jadi sepi penjualannya. Mudah-mudahan tahun depan naik lagi penjualannya,” pungkasnya.












