Harga Beras Terus Merangkak, Pedagang Keluhkan Omzet Turun Drastis

Seorang pedagang beras di Pasar Muka Cianjur, sedang menunggu pembeli di tengah lonjakan harga yang merangkak naik, Rabu 2 September 2026.(Foto : Cianjur Ekspres/Akmal Esa Nugraha)

CIANJUREKSPRES.ID – Harga beras di tingkat pedagang di Pasar Muka, Kabupaten Cianjur, mulai mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.

Salah seorang pedagang beras, Aminah (45), mengatakan harga beras premium kini mencapai Rp16 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp15 ribu per kilogram. Saat ini, ia menjual tiga jenis beras dengan harga bervariasi, mulai dari Rp14.500, Rp15 ribu, hingga Rp16 ribu per kilogram.

Menurut Aminah, kenaikan harga tersebut mulai terjadi dalam sekitar dua pekan terakhir. “Yang premium yang bagus Rp16.000 per kilo. Kalau yang medium Rp14.500. Ada tiga, yang Rp14.500, Rp15.000, Rp16.000,” katanya, pada Rabu 2 September 2026.

Aminah menjelaskan, harga beras terus mengalami kenaikan setiap kali ia membeli stok dari pemasok. Kondisi tersebut membuatnya khawatir harga beras kembali melonjak seperti sebelumnya yang sempat mencapai Rp17 ribu per kilogram.

“Belanja lagi, nombok-nombok terus. Dari dua mingguan, belanja terus naik lagi, naik lagi. Tiap belanja naik lagi,” ucapnya.

Aminah menduga kenaikan harga tersebut salah satunya dipengaruhi kondisi padi yang sulit akibat kemarau. Menurutnya, kondisi tersebut membuat harga beras dari pemasok ikut meningkat.

“Padinya susah, mungkin karena kemarau. Ya gimana lagi, belinya mahal saya juga harus jualnya,” kata Aminah.

Meski begitu, Aminah memastikan stok beras di tempatnya masih aman. Namun, menurutnya, persoalan utama saat ini berada pada harga yang semakin mahal.

“Alhamdulillah (stok) aman. Ada barangnya, tapi mahal aja,” ujarnya.

Aminah menyebut pembeli masih datang membeli beras, tetapi sebagian besar hanya membeli dalam jumlah kecil, seperti satu hingga dua kilogram.

“Sekarang nggak banyak yang beli karungan. Ecer ada yang sekilo, dua kilo,” katanya.

Dia menyebut omzetnya saat ini terkadang berada di bawah Rp2 juta per hari. Padahal, sebelum harga beras mengalami kenaikan, pendapatannya bisa mencapai sekitar Rp5 juta hingga Rp10 juta.

“Sekarang kadang kurang dari Rp2 juta ada. Dulu mah hampir Rp5 juta, Rp6 juta, Rp10 juta,” pungkasnya.(

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *