Empat Warga Pagelaran Diserang Babi Hutan, Lansia Kehilangan Dua Jari

Ilustrasi-Babi hutan serang warga di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur.(Foto: Pixabay)

CIANJUREKSPRES.ID – Teror babi hutan membuat warga Kampung Cilameta, Desa Bunijaya, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, ketakutan. Dalam sehari, satwa liar tersebut menyerang empat warga yang tengah beraktivitas di area persawahan dan perkebunan.

Akibatnya, dua warga mengalami luka serius. Bahkan seorang lansia kehilangan dua jari tangan kirinya setelah digigit babi hutan berukuran kurang lebih 70 centimeter tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Rabu 10 Juni 2026, siang. Korban pertama, M (64), saat itu sedang membersihkan rumput liar di ladang ketika tiba-tiba seekor babi hutan keluar dari semak-semak dan langsung menyerangnya.

Korban sempat tersungkur setelah diseruduk. Namun serangan tidak berhenti sampai di situ, babi hutan tersebut kemudian menggigit tangan dan kaki korban hingga mengalami luka robek cukup parah. Bahkan dua jari tangan kiri korban putus akibat gigitan satwa liar tersebut.

Usai menyerang M, babi hutan itu kembali masuk ke area hutan sebelum muncul di lokasi lain dan menyerang warga berikutnya.

Korban kedua, B (60), yang sedang bekerja di sawah tak jauh dari lokasi pertama juga menjadi sasaran amukan babi hutan tersebut. Meski sempat melakukan perlawanan, korban tetap mengalami luka gigitan di bagian kaki dan tangan.

Kepala Desa Bunijaya, Asep Mulyadi, mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya, babi hutan tersebut berpindah-pindah lokasi setelah melakukan penyerangan.

“Babi hutan itu tidak hanya menyerang di satu lokasi. Setelah menyerang satu warga, kemudian kabur dan berpindah ke lokasi lain untuk menyerang warga berikutnya,” kata Asep, Jumat 12 Juni 2026.

Menurutnya, selain M dan B, terdapat dua korban lainnya yakni AR (30) dan S (50). Keduanya mengalami luka lebih ringan akibat serudukan babi hutan.

“Total ada empat korban. Dua orang mengalami luka cukup berat, termasuk satu korban yang dua jarinya putus akibat gigitan. Sedangkan dua korban lainnya mengalami luka ringan,” katanya.

Asep menduga seluruh korban diserang oleh babi hutan yang sama. Dugaan itu diperkuat dari keterangan warga yang melihat ukuran tubuh dan ciri-ciri taring satwa tersebut.

Dia menyebut kejadian babi hutan menyerang manusia merupakan peristiwa pertama yang terjadi di wilayahnya. Selama ini, kawanan babi hutan yang berasal dari kawasan hutan hanya merusak tanaman pertanian milik warga.

“Kalau merusak tanaman atau memakan hasil kebun warga memang sudah sering terjadi. Tetapi kalau sampai menyerang manusia seperti sekarang, ini yang pertama kali,” tuturnya.

Asep menuturkan seluruh korban sempat mendapatkan penanganan medis di RSUD Pagelaran. Namun setelah menjalani perawatan, mereka memilih menjalani rawat jalan dan kembali ke rumah masing-masing.

“Kondisinya sekarang berangsur membaik. Awalnya ada yang akan dirujuk, tetapi korban memilih menjalani rawat jalan setelah mendapat penanganan medis,” katanya.

Pasca kejadian tersebut, lanjut Asep, pemerintah desa telah meminta bantuan sejumlah instansi terkait untuk melakukan penanganan terhadap babi hutan yang dinilai mulai membahayakan keselamatan warga.

Menurutnya, saat ini banyak warga yang merasa khawatir untuk kembali bekerja di sawah, kebun, maupun mencari hasil hutan karena takut mengalami kejadian serupa.

“Kami sudah mengajukan permohonan bantuan agar satwa tersebut segera ditangkap. Warga sekarang takut ke sawah atau kebun karena khawatir babi hutan itu muncul lagi dan menyerang,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Pagelaran IPTU Budi Rustandi mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di area yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di kebun maupun sawah yang dekat dengan kawasan hutan. Jika menemukan satwa liar yang berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada aparat desa atau kepolisian,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *