DLH Cianjur Soroti Persoalan Sampah di Kawasan Wisata Jangari

Kepala DLH Kabupaten Cianjur, Komarudin
Kepala DLH Kabupaten Cianjur, Komarudin.(Cianjur Ekspres/Fauzi Noviandi)

CIANJUREKSPRES.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur menyoroti persoalan sampah di kawasan Wisata Jangari, Kecamatan Mande, yang masih didominasi limbah dari rumah makan serta pengunjung yang membuang sampah ke perairan waduk.

Kepala DLH Kabupaten Cianjur, Komarudin, mengatakan, timbulan sampah di kawasan tersebut sebagian besar berasal dari aktivitas rumah makan yang berada di tengah perairan. Selain itu, masih ditemukan wisatawan yang membuang sampah sembarangan ke sungai atau waduk.

“Di sini rata-rata timbulan sampah ditimbulkan dari rumah makan yang ada di tengah. Kalau yang di pinggiran sudah mulai tertata. Selain itu juga dari para pengunjung wisata yang membuang sampah ke sungai,” katanya kepada Cianjur Ekspres, Rabu 24 Juni 2026.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, DLH akan memperkuat edukasi kepada para pengemudi perahu wisata dan perahu pemancing agar turut berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan perairan.

Menurut Komarudin, pihaknya telah melakukan pembinaan kepada sekitar 50 sopir perahu yang melayani wisatawan maupun pemancing. Mereka diminta mengingatkan penumpang agar tidak membuang sampah ke perairan.

“Ini akan saya tekankan kepada seluruh tukang perahu agar menyiapkan atau minimal mensosialisasikan kepada penumpang supaya tidak membuang sampah ke sungai. Karena kalau sampah sudah terapung akan sulit ditangani karena terbawa arus,” ujarnya.

Dia menjelaskan, para penumpang dianjurkan menyimpan sampah di dalam perahu selama beraktivitas di perairan. Setelah kembali ke daratan, sampah tersebut dapat dibuang ke tempat sampah yang telah disediakan di sejumlah titik.

“Kami sarankan kepada para wisatawan maupun pemancing untuk membuang sampahnya di perahu saja. Nanti setelah sampai di darat bisa dibuang ke tong sampah yang tersedia di pinggir jalan,” katanya.

DLH berharap kesadaran masyarakat, pelaku usaha, serta pengelola wisata dapat terus meningkat sehingga kebersihan kawasan Jangari tetap terjaga dan mendukung kenyamanan pengunjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *