CIANJUREKSPRES.ID – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur melalui Bidang SMP menetapkan penguatan pendidikan karakter dan pencegahan tindakan kekerasan di lingkungan sekolah, sebagai salah satu program prioritas hingga akhir 2026.
Kepala Bidang SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ipan Sopandi, mengatakan, selain penguatan karakter, pihaknya juga memprioritaskan penuntasan sarana dan prasarana pendidikan, khususnya sekolah yang memiliki bangunan dengan kategori rusak berat.
“Program prioritas sampai akhir tahun pertama kita terkait dengan peningkatan pendidikan karakter, terus pencegahan tindakan kekerasan. Itu salah satu program prioritas kita,” ujar Ipan kepada Cianjur Ekspres, Rabu 16 September 2026.
Menurutnya, penuntasan fisik juga menjadi perhatian karena masih terdapat sekolah yang membutuhkan rehabilitasi maupun pembangunan ruang kelas baru. Prioritas diberikan kepada sekolah yang belum memiliki ruang pembelajaran yang memadai, kekurangan ruang kelas, maupun membutuhkan ruang kelas baru (RKB).
“Persoalan SMP yang masih mendesak, kalau permasalahan banyak sebetulnya di bidang pendidikan. Terutama penuntasan sarana prasarana, masih banyak sekolah yang harus direhabilitasi dan masih banyak sekolah yang perlu dibantu ruang kelas baru,” katanya.
Selain sarana prasarana, Ipan menyebut pendidikan karakter dan upaya pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan perlu terus ditingkatkan. Menurutnya, penguatan tersebut harus dilakukan secara konsisten di setiap satuan pendidikan agar tercipta lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
Di sisi lain, Bidang SMP juga tengah menjalankan sejumlah program yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan pemerintah pusat, di antaranya pembelajaran mendalam, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), pembelajaran koding, digitalisasi pendidikan, pencegahan kekerasan, serta implementasi budaya sekolah aman dan nyaman.
“Targetnya pekerjaan yang sekarang sedang dikerjakan oleh Bidang SMP dan program-program yang memang dicanangkan oleh pemerintah pusat, baik pembelajaran mendalam, AI, koding, kemudian program bantuan dari pusat, digitalisasi, tindakan pencegahan kekerasan, budaya sekolah aman nyaman, mudah-mudahan tahun ini sesuai harapan pemerintah Kabupaten Cianjur dan kepala dinas terealisasi tepat waktu,” jelasnya.
Untuk program yang telah berjalan, Ipan menyebut pelatihan digitalisasi pendidikan saat ini masih berlangsung. Selain itu, progres pembangunan sarana pendidikan yang bersumber dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah juga terus dipantau.
“Pelatihan untuk digitalisasi sekarang masih sedang berlangsung. Kemudian progres pembangunan, baik dari pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah. Pelaksanaan budaya sekolah aman nyaman juga sekarang sedang gencar-gencarnya kita sosialisasikan untuk implementasi di lapangan atau di setiap satuan pendidikan,” ungkapnya.
Ipan berharap, seluruh program tersebut dapat diselesaikan sesuai target hingga akhir tahun dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran serta lingkungan pendidikan di Kabupaten Cianjur.
Namun, dia mengakui tantangan utama saat ini berada pada tahap implementasi di masing-masing satuan pendidikan. Setiap sekolah dituntut mampu memahami informasi dan kebijakan yang disampaikan pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun Disdikpora, kemudian menerapkannya sesuai kondisi sekolah.
“Sejauh mana informasi yang kami informasikan melalui pemerintah pusat, pemerintah kabupaten ataupun melalui dinas pendidikan, setiap sekolah mampu memahami dan mampu mengimplementasikan program-program tersebut sehingga berdampak di satuan pendidikan. Mungkin implementasi di sekolah yang harus ditingkatkan,” pungkasnya.












