Diduga Korsleting Listrik, Dua Rumah di Sindangbarang Terbakar

Dua unit rumah warga di Kampung Cikaung, Desa Talagasari, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, terbakar pada Selasa 13 Januari 2026.(Foto: Dok. Polsek Sindangbarang)

CIANJUREKSPRES.ID – Kebakaran hebat menghanguskan dua unit rumah warga di Kampung Cikaung, Desa Talagasari, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Selasa 13 Januari 2026. Peristiwa yang terjadi pada pagi hari itu menyebabkan kerugian materiil sekitar Rp200 juta, meski tidak menimbulkan korban jiwa.

Danru Pos Pemadam Kebakaran Kecamatan Sindangbarang, Riki Taufik A, menyebutkan api dengan cepat membesar setelah diduga dipicu korsleting listrik. Dua rumah panggung yang berdiri berdampingan di RT 001 RW 002 tak mampu diselamatkan dari amukan si jago merah.

“Luas area yang terbakar sekitar 25 x 6 meter persegi. Dugaan sementara kebakaran akibat korsleting listrik,” ujarnya kepada wartawan, Rabu 14 Januari 2026.

Petugas pemadam kebakaran menerima laporan kejadian pada pukul 06.52 WIB dan tiba di lokasi sekitar 16 menit kemudian, dengan jarak tempuh kurang lebih 7,7 kilometer.

Sebanyak enam personel dikerahkan bersama satu unit mobil pemadam kebakaran untuk melakukan pemadaman dan pendinginan selama hampir satu jam 38 menit.

Sementara itu, Kapolsek Sindangbarang AKP Dadang Rustandi mengatakan kebakaran diduga berawal dari rumah milik Yahya, seorang petani yang saat kejadian sedang berada di sawah. Api kemudian merambat ke rumah di sebelahnya yang masih berada dalam satu lingkungan keluarga.

“Api diduga berasal dari korsleting listrik di rumah Yahya dan merambat ke rumah anaknya, Abdul Rosid. Kedua rumah tersebut habis terbakar,” katanya.

Saksi mata di lokasi kejadian sempat melihat kepulan asap tebal dari bagian atap rumah sebelum api membesar. Warga sekitar berusaha melakukan pemadaman secara manual, namun kobaran api dengan cepat melahap bangunan yang mayoritas berbahan kayu tersebut.

Akibat kebakaran itu, seluruh barang milik korban tidak ada yang berhasil diselamatkan. Total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp200 juta.

Petugas kepolisian bersama Unit Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Babinsa, serta perangkat desa langsung melakukan penanganan di lokasi kejadian, termasuk pengamanan area pascakebakaran.

“Kami masih melakukan pendataan dan pengumpulan keterangan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran,” kata Dadang.

Dia juga mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *