CIANJUREKSPRES.ID – Kepulan asap dan kobaran api menghanguskan sebuah rumah milik Ukay (70), warga Kampung Babakancaringin RT 01/RW 07, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Selasa 18 Agustus 2026, siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun rumah semi permanen berukuran sekitar 6 x 7 meter itu tidak dapat diselamatkan.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Berdasarkan asesmen sementara petugas pemadam kebakaran, sumber api diduga berasal dari tungku kayu bakar yang berada di bagian dapur rumah.
Tokoh Pemuda Kecamatan Bojongpicung, Gus Diky, mengatakan, warga langsung berupaya melakukan pemadaman setelah mendengar teriakan meminta pertolongan dari sekitar lokasi kejadian.
“Setelah warga mendengar adanya teriakan minta tolong, mereka langsung berlarian menuju rumah yang terbakar untuk menjinakkan kobaran api dengan alat seadanya,” ujar Gus Diky kepada wartawan, Rabu 19 Agustus 2026.
Upaya warga kemudian dibantu petugas pemadam kebakaran. Dua unit kendaraan Damkar dari Pos Ciranjang dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api sekaligus melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.
Komandan Regu (Danru) 2 Damkar Pos Ciranjang, Maman Abdurahman, mengatakan, laporan mengenai kebakaran diterima pihaknya sekitar pukul 12.24 WIB. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 WIB dan langsung melakukan penanganan.
“Penanggulangan berlangsung sekitar satu jam dengan melibatkan delapan personel dan dua unit kendaraan pemadam,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, rumah yang terbakar merupakan bangunan semi permanen dengan luas sekitar 42 meter persegi. Api diduga pertama kali muncul dari tungku di bagian dapur sebelum kemudian merambat dan membakar seluruh bangunan.
Akibat kejadian tersebut, Ukay diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp80 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam musibah tersebut.
Kepala Desa Sukaratu, Rahmat, membenarkan terjadinya kebakaran. Dia menyebut, peristiwa yang menimpa rumah Ukay merupakan kejadian kebakaran kedua yang terjadi di wilayah desanya dalam kurun waktu sepekan.
“Pada pekan lalu telah terjadi musibah yang sama, dua unit rumah milik warga Kampung Cidogdog terbakar dan sekarang rumah Kakek Ukay terbakar pula,” ungkap Rahmat.
Proses pemadaman melibatkan petugas Damkar bersama aparatur desa, TNI-Polri, serta masyarakat setempat.
Rahmat berharap warga yang terdampak mendapat perhatian dan bantuan sehingga dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak. Dia juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika menggunakan tungku kayu bakar maupun sumber api lainnya di dalam rumah.
“Kami berharap keluarga yang terkena musibah diberikan ketabahan dan mendapat bantuan. Masyarakat juga harus lebih berhati-hati ketika menggunakan tungku atau sumber api,” pungkasnya. (dik).












