CIANJUREKSPRES.ID – Dari Maret 2026 hingga pertengahan Juli 2026, Perum Bulog Kantor Cabang Cianjur telah menyalurkan 5.949 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kabupaten Cianjur.
“Untuk Januari-Februari 2026, secara pembukuan masuk realisasi 2025. Realisasi (penyaluran SPHP) itu hampir 6 ribu ton,” ujar Pemimpin Cabang Bulog Cianjur, Muhammad Azwar Fuad, Jumat 24 Juli 2026.
Realisasi penyaluran SPHP tersebut berasal dari berbagai saluran penjualan, yakni mitra Rumah Pangan Kita (RPK), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilakukan pemerintah, TNI, dan Polri, hingga pengecer pasar.
“Saluran SPHP paling besar itu pertama dari GPM dinas, TNI, dan Polri. Ke dua dari RPK, dan nomor 3 pengecer di pasar rakyat,” katanya.
GPM dinas, berasal dari GPM yang membuka tenda, juga melalui GPM mobile. Sementara GPM yang dilaksanakan TNI-Polri, mengandalkan jaringan ke polsek dan koramil di daerah pelosok.
Target penyaluran beras SPHP secara total hingga akhir 2026, sebanyak 11.776 ton. Artinya, realisasi tahun ini telaah mencapai 50 persen dari target.
“Bahkan kalau kita hitung dengan realisasi dari Sukabumi, kami sudah total (penyaluran) 8.800 ton. Jadi target 11.776 ton (penyaluran beras SPHP) itu target keseluruhan (Cianjur-Sukabumi). Karena kalau di Bulog, bicara target itu per cabang, bukan per kabupaten. Kalau digabung dengan realisasi Sukabumi, itu sudah 75 persen. Prediksi di pertengahan Desember sudah 100 persen,” kata Azwar mengungkapkan.
Alasan tren pembelian beras SPHP meningkat karena harga beras di pasaran harganya naik hingga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14.000/kg untuk beras medium.
“Sehingga masyarakat beralih ke beras SPHP, mitra belinya Rp55.000/5kg, dijual dengan harga Rp62.000/5kg, itu maksimal. Jadi ada margin keuntungan untuk mitra, dengan kualitas yang sama dengan HET Rp12.500/kg, kualitas beras SPHP pun baik,” kata Azwar Fuad pada Cianjur Ekspres.
Hal itu akhirnya membuat para pedagang beras SPHP meminta tambahan stok pada Bulog akibat permintaan dari masyarakat yang meningkat.
“Ini menjadi indikator kalau beras SPHP kita diminati masyarakat. Apalagi di kondisi saat ini anak baru pendaftaran sekolah, pasti sudah keluar biaya banyak,” jelasny












