CIANJUREKSPRES.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur sebut hujan dengan intensitas tinggi akan turun di wilayahnya selama tiga hari kedepan.
Karena itu, BPBD meminta masyarakat terutama yang tinggal di wilayah rawan bencana alam selalu meningkatan kewaspadaan.
Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sudrajat, mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah Cianjur akan diguyur hujan selama beberapa hari kedepan.
“Dalam prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG tersebut, bahkan hujan bisa saja terjadi selama tiga kedepan,” katanya, Kamis 7 Mei 2026.
Dengan curah hujan yang cukup tinggi tersebut, lanjut dia, dapat meningkatkan potensi bencana alam di sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur, seperti tanah longsor, pergerakan tanah dan banjir.
“Beberapa wilayah yang masuk dalam zona merah bencana alam yaitu, di Cianjur selatan, Kecamatan Mande, Cipanas, dan Pacet hingga wilayah Kota Cianjur,” paparnya.
Menurut Asep, potensi tanah longsor di Cianjur selatan juga sering menutup akses jalan yang selalu digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari.
“Jika terjadi tanah longsor yang menutupi badan jalan, kita selalu berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, untuk menurunkan alat berat dalam penanganan tanah longsor yang menutupi badan jalan,” tuturnya.
Dia mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Relawan Tangguh Bencana (Retana) di beberapa wilayah di Cianjur, supaya ketika terjadi bencana alam untuk segera melapor.
“Kami juga berharap, warga yang tinggal di lereng atau bukit, ketika terjadi hujan deras dengan durasi lama supaya mengungsi dulu ke lokasi atau rumah kerabat yang lebih aman,” katanya.
Asep menambahkan, akibat hujan deras dengan intensitas tinggi telah membuat banjir dan tanah longsor, serta berdampak terhadap puluhan rumah warga.












