CIANJUREKSPRES.ID – Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mengimbau masyarakat untuk tidak membersihkan sampah dengan cara dibakar.
Imbauan tersebut dikeluarkan untuk mencegah terjadinya potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) saat memasuki musim kemarau.
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama, mengatakan, berdasarkan data yang tercatat, Karhutla yang terjadi di Cianjur pada 2023 yakni di Kecamatan Cugenang, dan Cilaku.
“Sedangkan pada tahun 2024 dan 2025 tidak ada laporan Karhutla,” katanya, Selasa 9 Juni 2026.
Samudra menuturkan, seiring dengan mamasuki musim kemarau, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak membersihkan sampah dengan cara dibakar, dan tidak membuang bekas rokok sembarangan.
“Saat musim kemarau seperti sekarang ini, masyarakat kerap membersihkan sampah dengan cara dibakar, bahkan saat memangkas lahan yang dipenuhi ilalang dengan api. Padahal saat musim kemarau saat ini, itu bisa menimbulkan Karhutla,” tuturnya.
Samudra mengatakan, guna mengantisipasi terjadinya Karhutla, BPBD Cianjur telah berkoordinasi dengan dinas dan intansi terkait.
“Kita ketahui juga Pemkab Cianjur sudah mengeluarkan surat imbauan seluruh wilayah dalam menganstisipasi bencana kekeringan,” ujarnya.
Samudra menambahkan, berdasarkan data dari rilis BMKG sekitar 26,6 persen zona musim di Indonesia musim kemarau. Kondisi tersebut terjadi di wilayah Indonesia bagian selatan.
“Kondisi tersebut terlihat pada Hari Tanpa Hujan (HTH) di wilayah selatan Indoensia yang mulai didominasi kategori panjang yaitu 21 sampai 30 hari tanpa hujan,” katanya.












