BPBD Cianjur Catat 41 Kejadian Bencana Alam Selama Januari-Maret 2026

BPBD Cianjur
Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sudrajat (Foto : Fauzi Noviandi/Cianjur Ekspres)

CIANJUREKSPRES.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mencatat selama periode Januari – Maret 2026 ada sebanyak 41 kejadian bencana alam.

Dari puluhan bencana alam tersebut, disebabkan akibat cuaca ekstrem dan membuat puluhan rumah warga terdampak.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sudrajat, mengatakan, berdasarkan data yang tercatat selama periode Januari – Maret 2026 terhitung ada sehanyak 41 kejadian bencana alam.

“Pada Januari 2026, kami mencatat ada sebayak 35 kejadian bencana alam mulai, dari cuaca ekstream, tanah longsor, gempa bumi, dan tanah longsor hingga kebakaran. Namun paling banyak terjadi akibat cuaca ekstream,” katanya, Senin 30 Januari 2026.

Selama bencana alam selama Januari tersebut lanjut dia, rata-rata terjadi hampir di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur seperti Kecamatan Pagelaran, Naringgul, Cikalongkulon, Mande, Pasirkuda hingga Cugenang.

“Dari beberapa wilayah terdampak bencana alam tersebut membuat 5 rumah warga rusak berat, 3 rumah rusak ringan, dan 5 lain terdampak,” katanya.

Selain itu, Asep mengatakan bencana alam yang terjadi pada Februari tercatat ada sebanyak 11 kejadian, dan belasan keluarga terpaksa harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

“Selama Februari 2026, bencana alam di dominasi, banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah itu terjadi di Kecamatan Warungkondang, Campaka, Campakamulya, dan Cugenang,” katanya.

Sedangkan pada Maret 2026, BPBD Kabupaten Cianjur mencatat ada sebanyak 7 kejadian bencana alam cuaca ekstream di Kecamatan Cianjur, Karangtengah, Bojongpicung, Warungkondang dan Gekbrong.

“Akibat cuaca ekstrem tersebut, membuat pohon di beberapa titik tumbang, dan sempat menutup jalan yang biasa digunakan masyarakat sehari-harinya,” katanya.

Asep mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewasapadaan terhadap ancaman bencana alam hidrometeorologi. Sebab hingga saat ini hujan disertai angin kencang masih sering terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *