BPBD: Cianjur Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Sepekan ke Depan

Ilustrasi-Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Kabupaten Cianjur berpotensi diguyur hujan lebat disertai angin kencang sepekan kedepan.(Foto : Pixabay)

CIANJUREKSPRES.ID – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Cianjur selama sepekan ke depan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi memicu bencana hidrometeorologis.

Hal tersebut disampaikan Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur Samudra Wira Purnama.

“Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) potensi hujan akan terjadi untuk satu pekan kedepan,” katanya kepada Cianjur Ekspres, Minggu 4 Oktober 2026.

Samudra menjelaskan, berdasarkan prakiraan BMKG, dinamika atmosfer dalam sepekan ke depan masih berpotensi memicu pertumbuhan awan konvektif di sejumlah wilayah Jawa Barat pada awal pekan. Namun, peluang hujan diperkirakan menurun secara signifikan menjelang akhir pekan.

Pada skala global, dinamika atmosfer menunjukkan indeks ENSO berada pada angka +2,72 yang mengindikasikan kondisi El Niño sangat kuat. Kondisi tersebut diperkuat fase Indian Ocean Dipole (IOD) positif serta tren penguatan Monsun Australia yang berpotensi membatasi suplai uap air.

Meskipun demikian, kelembapan udara pada lapisan 850-500 mb berada pada kisaran 30-80 persen. Kondisi tersebut, dipadukan dengan labilitas atmosfer lokal yang bervariasi pada kategori labil ringan hingga sedang, masih dapat mendukung peluang pertumbuhan awan konvektif dan hujan lokal.

“Jadi, secara umum terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan sampai sedang hingga lebat disertai kilat, juga angin kencang dapat terjadi di Kabupaten Cianjur,” jelasnya.

Oleh karena itu, Samudra meminta masyarakat dan untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologis seperti hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

“Tetap tenang namun siaga, mengenali risiko di lingkungan sekitar, serta selalu memperbarui informasi cuaca dan mengikuti arahan serta protokol evakuasi dari pemerintah daerah apabila terjadi bencana,” kata samudra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *