BGN Tegaskan Anggaran Rp268 Triliun untuk Program Gizi, Bantah Isu Rp335 Triliun

BGN Tegaskan Anggaran Rp268 Triliun untuk Program Gizi, Bantah Isu Rp335 Triliun

CIANJUREKSPRES.ID- Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya dalam mengelola anggaran secara transparan serta berfokus pada manfaat nyata bagi masyarakat. Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), BGN memperoleh alokasi dana sebesar Rp268 triliun, bukan Rp335 triliun seperti yang sempat beredar.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana, pada Senin (30/3). Ia menegaskan bahwa informasi mengenai anggaran Rp335 triliun tidak sesuai dengan fakta yang tercantum dalam APBN.

Dadan menjelaskan, angka Rp335 triliun yang beredar di publik berasal dari dana cadangan atau Dana Standby BA BUN (Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara), yang mencakup tambahan kebijakan presiden sebesar Rp67 triliun.

Dari total anggaran Rp268 triliun, sekitar 93 persen dialokasikan untuk Bantuan Pemerintah melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini menjadi fokus utama BGN dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Lebih lanjut, Dadan menyebutkan bahwa sebagian besar anggaran digunakan untuk mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Dari sekitar Rp249 triliun, sebanyak 70 persen digunakan untuk pengadaan bahan baku, yang berdampak positif bagi petani, peternak, nelayan, serta pelaku UMKM.

Sementara itu, sekitar 20 persen anggaran dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional, seperti biaya listrik, transportasi, serta honor relawan. Hingga saat ini, jumlah relawan SPPG telah mencapai lebih dari 1,2 juta orang yang tersebar di berbagai daerah, dengan kisaran penghasilan antara Rp2,4 juta hingga Rp3,2 juta per bulan.

BGN menegaskan bahwa mayoritas anggaran yang dikelola langsung disalurkan ke program MBG agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Selain itu, perhatian juga diberikan kepada kesejahteraan relawan yang berperan penting dalam distribusi program, melalui pemberian insentif yang disesuaikan dengan tugas dan tanggung jawab di lapangan.

Dengan komposisi anggaran yang berorientasi pada kebutuhan langsung masyarakat, BGN memastikan bahwa program MBG tidak hanya berfungsi sebagai upaya peningkatan gizi, tetapi juga sebagai sarana mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penyerapan bahan baku dan tenaga kerja.

Ke depan, BGN berkomitmen untuk terus mengelola anggaran secara akuntabel, efektif, dan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *