Belum Lama Deklarasi Damai, Siswa di Cilaku Diduga Jadi Korban Pembacokan

Ilustrasi-Seorang siswa di Kecamatan Cilaku diduga jadi korban pembacokan. (Foto : Pixabay)

CIANJUREKSPRES.ID – Pasca deklarasi damai antarpelajar digelar, seorang siswa justru diduga menjadi korban pembacokan di depan sekolahnya di Kecamatan Cilaku.

Peristiwa tersebut terjadi beberapa hari setelah Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, bersama berbagai pihak menggelar Deklarasi Damai Antarpelajar Cianjur sebagai komitmen bersama mencegah tawuran dan kekerasan di kalangan pelajar.

Siswa yang diduga menjadi korban kemudian mendapat penanganan medis di RSUD Sayang Cianjur.

Humas RSUD Sayang, Raya Sandi, membenarkan pihaknya menerima seorang siswa yang mengalami luka diduga akibat sabetan benda tajam.

“Iya kang, pada Kamis 13 Agustus 2026, kami menerima siswa yang diduga mengalami kejadian terkena sabetan benda tajam. Untuk saat ini kasus sedang dilakukan pendalaman oleh pihak terkait. Kami di sini melakukan tindakan pelayanan sebagaimana mestinya,” katanya Jumat (14/82026).

Dia menyebut luka yang dialami korban berada di bagian tangan kanan. Berdasarkan keterangan korban, kejadian tersebut berlangsung di depan sekolahnya di wilayah Cilaku.

“Luka sabetan di tangan kanan. Kalau menurut keterangan korban, kejadiannya di depan sekolahnya yang di Cilaku,” tuturnya.

Menurutnya, korban juga mengaku kepada pihak rumah sakit, dirinya diduga dibacok oleh anak sekolah. Namun, kebenaran mengenai identitas maupun status pelaku masih dalam pendalaman aparat berwenang.

“Iya kang, yang diduga pelakunya anak sekolah juga. Tapi kasus sedang didalami oleh pihak yang berwenang,” kata Raya Sandi.

Dari informasi terakhir yang diterima Cianjur Ekspres, sampai Jumat, 14 Agustus 2026, korban masih menjalani dan mendapatkan perawatan medis di RSUD Sayang.

“Korban masih menjalani perawatan kang di ruangan,” ucap Raya.

Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, mengatakan, pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian tersebut dan langsung melakukan koordinasi dengan pihak yang berwenang.

“Ya, hal tersebut kami sudah berkoordinasi dan kami sudah mendapatkan laporannya. Saat ini sedang ditangani oleh pihak yang berwajib,” ujarnya.

Dia menyebut, sedang menunggu identitas pelaku pembacokan tersebut. “Kita menunggu apakah betul itu oleh siswa atau dia mengaku siswa sekolah. Karena banyak saat ini bukan siswa tetapi pakai baju siswa, menurut keterangan kepala sekolah ya,” kata wahyu.

Dia pun belum mau berbicara mengenai sanksi apabila nantinya pelaku terbukti merupakan seorang pelajar. Menurutnya, langkah tersebut baru dapat ditentukan setelah proses penyelidikan selesai.

“Kita jangan berandai-andai, kita lihat hasil penyelidikan dari pihak yang berwajib,” katanya.

Namun, dia menegaskan siswa yang terbukti terlibat dalam aksi kekerasan akan mendapatkan konsekuensi.

“Tentu sesuai dengan perintah Pak Gubernur, siswa yang bermasalah, yang membuat onar itu akan mendapatkan konsekuensi. Salah satunya adalah pendisiplinan, pembinaan di barak militer,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *