CIANJUREKSPRES.ID – Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur melakukan efisiensi, setelah harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dan Pertamax Green naik.
Pernyataan tersebut diungkapkan Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian pada wartawan di Kantor Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Cianjur, Minggu 14 Juni 2026
“Pemkab Cianjur melakukan efisiensi di beberapa dinas yang memiliki kendaraan. Namun kami memastikan untuk pelayanan masyarakat tidak terganggu,” kata Wahyu.
Selain kendaraan itu lanjut dia, pihaknya juga melakukan efisien terhadap beberapa kegiatan, seperti berjalanan di seluruh OPD di lingkungan Pemkab Cianjur.
“Efisiensi ini akan dialihkan ke beberapa kegiatan operasional yang lebih membutuhkan. Kami juga memastikan untuk pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” ucapnya.
Wahyu memastikan, untuk kendaraan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) khususnya truk pengangkut sampah tidak terjanggu dan tetap berjalan hingga akhir tahun.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, Ahmad Rifai nengatakan, pihaknya mengarahkan ASN di lingkungan dinas menggunakan kendaraan pribadi hanya dalam berbagai kegiatan dengan skala prioritas guna menekan angka pengeluaran dan penggunaan bahan bakar.
“Kami mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkab Cianjur dan masyarakat menerapkan pola konsumsi energi yang lebih hemat, termasuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan dinas hanya untuk keperluan mendesak,” katanya.
Ahmad Rifai mengatakan, efisiensi operasional menjadi langkah penting termasuk di lingkungan Pemkab Cianjur, agar beban pengeluaran akibat kenaikan harga BBM tidak terus membengkak, termasuk memarkirkan kendaraan dinas ketika tidak dipakai di lingkungan Setda Cianjur.
“Kita akan melakukan berbagai evaluasi terkait berbagai langkah dalam menekan kenaikan biaya operasional di masing-masing dinas, karena ada sejumlah dinas yang biaya operasionalnya harus ditambah seiring kenaikan BBM non subsidi,” tukasnya.(












