CIANJUREKSPRES.ID – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Cianjur menyebut proses pemadaman api di Warung Nasi ‘Legend’ Ma Titing, Jalan K.H. Hasyim Ashari, Kelurahan Solokpandan, Kecamatan Cianjur, terhambat akibat banyaknya warga yang berkerumun hanya untuk menonton kebakaran di sekitar lokasi kejadian, pada Kamis, 4 Desember 2025, malam.
Petugas Damkar Kabupaten Cianjur, Reky, mengatakan bukan hanya akses yang terbatas, anggota juga terganggu akibat warga yang semakin mendekat ke titik api untuk menonton.
“Kendala memadamkan api itu tadi kita tidak cukup ruang, jadi cukup riskan ya. Selain itu banyak warga yang berkumpul menonton, itu juga jadi kendala,” kata Reky di lokasi kejadian.
Dia menegaskan kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat maupun petugas, mengingat ancaman ledakan susulan masih bisa terjadi kapan saja.
“Kita selalu mengimbau agar masyarakat menjauh dari lokasi bila terjadi kebakaran. Selain menghambat akses petugas, kita tidak tahu kapan gas bisa meledak lagi, jadi ini sangat berisiko,” katanya.
Reky menuturkan, upaya komunikasi dan koordinasi antar anggota juga menjadi sulit ketika area dipenuhi warga. Apalagi jika kejadian terjadi di wilayah pemukiman padat penduduk atau gang yang tidak dapat dilalui dengan leluasa.
“Apalagi kejadian yang di gang-gang, kita susah akses bolak-balik koordinasi dengan timnya. Itu sangat menyulitkan petugas. Jadi imbauannya, lebih baik menjauh demi keselamatan bersama,” pungkasnya.












