CIANJUREKSPRES.ID – Perjalanan Kereta Api (KA) Siliwangi relasi Cipatat-Sukabumi terganggu akibat genangan air yang merendam jalur rel di petak Cianjur-Cibeber, pada Minggu, 5 April 2026 malam.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang atas kondisi tersebut. Hingga saat ini, KA Siliwangi (345) masih tertahan di Stasiun Cianjur dan belum dapat melanjutkan perjalanan.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan genangan air terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Cianjur, sehingga berdampak pada keamanan lintasan kereta.
“Perjalanan KA Siliwangi untuk sementara tidak dapat dilanjutkan karena adanya genangan air di jalur rel. Saat ini posisi air masih sekitar 27 sentimeter dari atas rel, sehingga belum aman untuk dilalui,” tulis Kuswardoyo dalam rilis resminya.
Menurutnya, keselamatan dan keamanan perjalanan menjadi prioritas utama, sehingga keputusan penahanan perjalanan diambil untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Keputusan ini diambil demi memastikan keselamatan perjalanan kereta api tetap terjaga,” katanya.
Saat ini, petugas di lapangan terus melakukan pemantauan dan penanganan agar kondisi jalur dapat segera kembali normal.
“Kami terus berkoordinasi dengan petugas di lapangan untuk memantau perkembangan genangan air. Perjalanan akan dilanjutkan setelah jalur dinyatakan aman,” katanya.
Sebagai bentuk pelayanan, KAI memberikan opsi pembatalan tiket bagi penumpang yang tidak ingin menunggu, dengan pengembalian biaya sebesar 100 persen di luar biaya pemesanan.
Selain itu, penumpang yang tetap menunggu keberangkatan juga mendapatkan kompensasi layanan (service recovery).
Dia mengimbau seluruh penumpang untuk mengikuti arahan petugas di stasiun serta memperhatikan informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi KAI.
“Kami berterima kasih atas kesabaran dan pengertian pelanggan. KAI berkomitmen untuk terus mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan,” jelasnya.
Di sisi lain, warga Kota Sukabumi, Nina Inara mengatakan dia dan ratusan penumpang yang memilih untuk melanjutkan perjalanan telah menduduki kusi kereta sambil menunggu perjalanan dilanjutkan.
“Saya dari Cianjur mau pulang ke Sukabumi, kalau sesuai jadwal, 20.00 WIB kereta sudah berangkat. Tapi karena infonya terjadi banjir, sekaran 22.23 WIB masih belum berangkat,” katanya pada Cianjur Ekspres.












