CIANJUREKSPRES.ID – Anggota DPRD Kabupaten Cianjur Fraksi Partai Golkar, Lukmanul Hakim, mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam menurunkan angka stunting. Dia pun menekankan pentingnya program Keluarga Bencana (KB).
“Berbicara mengenai masa depan generasi, tidak terlepas dari bagaimana berbicara mengenai pengelolaan atau peran keluarga berencana. Sehingga ke depan angka stunting bisa turun, kemudian kesehatan keluarga bisa terjaga, serta pendidikan keluarga bisa bagus atau sesuai dengan harapan,” ujarnya usai menghadiri kegiatan Prastara dan Vistara Pendampingan TPK di TAMASYA/TPA di Aula Lautan Berlian, Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Rabu 4 Maret 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Wihaji, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian dan organisasi perangkat daerah terkait.
Kang Lukman sapaan akrab Lukmanul Hakim juga mengapresiasi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Wihaji yang melihat langsung dan memetakan persoalan sesungguhnya di masyarakat.
“Saya mengapresiasi sekaligus senang karena tadi ada kabar baik dari Pak Menteri bahwa nanti akan ada moda transportasi berupa motor yang kemudian nanti bisa digunakan oleh para pendamping untuk menjalankan tugas-tugasnya dan salah satunya mendistribusikan MBG,” katanya.
Dia mengungkapkan, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Wihaji dalam kegiatan tersebut juga melakukan kunjungan ke beberapa titik keluarga rawan sunting (KRS) serta berdialog dengan Tim Pendamping Keluarga (TPK) Keluarga Berencana.
“Pak menteri menyampaikan bahwa tim pendamping KB yang ada di seluruh Kabupaten Cianjur selain mempunyai tugas pokok, saat ini ada tugas baru yakni mendistribusikan makan bergizi gratis untuk 3B (Ibu Hamil (Bumil), Ibu Menyusui (Busui), dan Balita Non PAUD)” jelas Kang Lukman.
“Oleh karena itu, kunjungan Pak Menteri untuk memastikan bahwa proses itu bisa berjalan dengan lancar, maksimal, tidak ada halangan,” sambungnya.
Lebih lanjut Kang Lukman mengantakan, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian juga menyampaikan capaian kinerja yang dilakukan OPD dalam rangka mengurangi angka stunting.
“Saat ini Cianjur sudah mulai bagus di 7,3 persen angka stunting. Kalau ditarik ke beberapa waktu belakang ada peningkatan positif. Artinya ada pengurangan angka stunting di Kabupaten Cianjur, hal ini tidak terlepas dari kolaborasi semua pihak, salah satunya TPK,” pungkasnya.












