CIANJUREKSPRES.ID – Dinas Perikanan, Kelautan, dan Hewan Pangan (DPKHP) Kabupaten Cianjur menyatakan, anjing yang sempat menyerang bocah perempuan bernisial CS (7) di Desa Mekarjaya, Kecamatan Campaka beberapa waktu lalu, negatif rabies.
Pejabat Fungsional Medik Veteriner DPKHP Kabupaten Cianjur, Kharisudin mengatakan, pihaknya telah membongkar kuburan dari sejumlah anjing yan dikuburkan warga, dan mengambil sampel otak untuk diperiksa di laboratorium Balai Veteriner Subang, Kementerian Pertanian.
“Berdasarkan hasil laboratorium, negatif rabies,” kata Kharisudin pada Senin, 2 Februari 2026.
Dia pun menerangkan perilaku agresif yang terjadi pada 8 anjing yang menyerang bocah perempuan berumur 7 tahun itu.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, anjing tertarik pada bungkusan yang dibawa korban saat pulang sekolah. Saat 2 anjing mengikuti, korban berlari dan membuat anjing lainnya mengejarnya. Saat korban jatuh, anjing-anjing itu pun menyerang,” jelasnya.
Dia menambahkan, anjing yang menyerang diduga merupakan anjing liar yang tidak berpemilik dan dalam kondisi kelaparan, sehingga agresif saat melihat makanan.
“Anjingnya tidak berpemilik dan kelaparan, sehingga mengejar korban,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, I Made Setiawan, memastikan kondisi korban saat ini dalam keadaan stabil dan terus dipantau oleh petugas kesehatan.
“Penanganan kesehatan tetap kami lakukan secara optimal, termasuk pemberian vaksin. Korban sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit dan saat ini dalam pemantauan puskesmas setempat,” jelasnya.
Meski hasil laboratorium negatif rabies, pemantauan terhadap korban tetap dilakukan untuk memastikan tidak muncul gejala lanjutan.
“Ciri rabies biasanya ditandai dengan ketakutan terhadap cahaya dan air. Sejauh ini kondisi korban stabil. Pemantauan akan dilakukan selama 7 sampai 14 hari ke depan,” ujarnya.
Kepala Desa Mekarjaya, Ahmad Saripudin, mengatakan kondisi korban terus membaik berkat penanganan medis dan dukungan dari berbagai pihak.
“Kondisi korban semakin membaik. Dugaan awal, korban membawa bungkusan berisi makanan sehingga memicu beberapa ekor anjing mengejarnya. Korban panik dan akhirnya diserang,” katanya.
Dia menambahkan, pihak desa turut memberikan perhatian khusus kepada keluarga korban yang secara ekonomi tergolong kurang mampu. Oleh karena itu, desa membuka ruang bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan.
“Kami membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin membantu. Bisa langsung datang ke rumah korban, dan pihak desa siap memfasilitasi,” pungkasnya.












