Harga Daging di Jawa Barat Hari Ini, Daging Sapi Tembus Rp140 Ribu per Kilogram

Harga Daging di Jawa Barat Hari Ini, Daging Sapi Tembus Rp140 Ribu per Kilogram

CIANJUREKSPRES.ID- Harga berbagai jenis daging di Jawa Barat masih berada pada level yang relatif tinggi. Berdasarkan data pemantauan harga pangan terbaru, daging sapi masih menjadi komoditas dengan harga tertinggi dibandingkan daging ayam maupun beberapa jenis daging lainnya.

Daging sapi tercatat dijual dengan harga rata-rata Rp140.047 per kilogram, sementara daging sapi beku berada di angka Rp120.679 per kilogram. Adapun harga daging ayam broiler atau ayam ras mencapai Rp41.878 per kilogram, sedangkan daging ayam kampung dipasarkan dengan harga rata-rata Rp69.560 per kilogram.

Selain daging sapi umum, sejumlah potongan daging sapi lokal juga memiliki harga yang bervariasi. Potongan has dalam (tenderloin) tercatat menjadi salah satu yang termahal dengan harga Rp141.730 per kilogram. Sementara itu, paha belakang dijual sekitar Rp141.544 per kilogram dan paha depan mencapai Rp139.445 per kilogram.

Untuk potongan has luar (sirloin), harga rata-ratanya berada di level Rp134.511 per kilogram. Sementara bagian tetelan menjadi pilihan yang lebih ekonomis dengan harga sekitar Rp83.321 per kilogram.

Perbedaan harga antarjenis daging dipengaruhi oleh kualitas, tingkat permintaan pasar, hingga ketersediaan pasokan di berbagai daerah. Daging ayam broiler masih menjadi sumber protein hewani yang paling terjangkau bagi masyarakat dibandingkan dengan daging sapi maupun ayam kampung.

Berikut daftar harga daging rata-rata di Jawa Barat:

Komoditas Harga
Daging Ayam Broiler Rp41.878/kg
Daging Ayam Kampung Rp69.560/kg
Daging Sapi Beku Rp120.679/kg
Daging Sapi Rp140.047/kg
Daging Sapi Lokal Has Dalam (Tenderloin) Rp141.730/kg
Daging Sapi Lokal Has Luar (Sirloin) Rp134.511/kg
Daging Sapi Lokal Paha Belakang Rp141.544/kg
Daging Sapi Lokal Paha Depan Rp139.445/kg
Daging Sapi Lokal Tetelan Rp83.321/kg

Pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap harga kebutuhan pokok untuk menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga di tingkat konsumen. Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan informasi harga pangan sebagai referensi sebelum berbelanja guna memperoleh harga yang sesuai dengan kondisi pasar di wilayah masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *