Jelang Iduladha, DTPHP Cianjur Gelar Gerakan Pangan Murah

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman kantor DTPHP Kabupaten Cianjur, Rabu 20 Mei 2026.(Foto: Cianjur Ekspres / Moch. Nursidin)

CIANJUREKSPRES.ID – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dipadukan dengan kegiatan Agri Show di halaman kantor DTPHP Kabupaten Cianjur, Rabu 20 Mei 2026.

Kegiatan tersebut digelar untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan bahan pokok dengan harga lebih murah menjelang Hari Raya Iduladha.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, Ali, mengatakan, dalam kegiatan tersebut pihaknya menggabungkan dua agenda sekaligus, yakni Gerakan Pangan Murah dan Agri Show.

“Terkait dengan kegiatan ini, dua kegiatan digabung, yaitu gerakan pangan murah dan agri show. Pada intinya kita bertujuan mempermudah masyarakat mendapatkan bahan-bahan pokok menjelang Iduladha dengan harga di bawah pasar,” katanya kepada Cianjur Ekspres

Menurutnya, sejumlah produk pangan yang dijual dalam GPM mendapat subsidi sehingga harga yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.

“Contoh harga telur ayam di pasar Rp29 ribu, di sini Rp26 ribu per kilogram. Hal-hal seperti itu membantu walaupun tidak besar, cuma kami berusaha berkontribusi meringankan beban masyarakat menjelang Iduladha,” katanya.

Ali menambahkan, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 20 mitra, termasuk Bulog dan sejumlah instansi lainnya yang turut berpartisipasi menyediakan kebutuhan pangan bagi masyarakat.

“Untuk mitra kita ada 20 mitra yang terlibat di sini. Kemudian ada yang lainnya. Mereka berkontribusi di sini, dan dari Dinas Pangan juga, Bulog masuk di sini,” ujarnya.

Dia menyebutkan, Gerakan Pangan Murah biasanya digelar menjelang hari-hari besar keagamaan dan nasional, seperti Idulfitri, Iduladha, hingga Natal dan Tahun Baru (Nataru), karena pada momen tersebut kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok cenderung meningkat.

“Kegiatan ini dilaksanakan hanya menjelang hari-hari besar kami adakan seperti menjelang Iduladha, Nataru, Idulfitri, dan lainnya karena saat itulah kebutuhan masyarakat terkait bahan pokok meningkat,” katanya.

Meski demikian, pihaknya berharap kegiatan GPM dapat dilaksanakan lebih rutin ke depannya. Namun hal tersebut masih terkendala biaya operasional.

“Kalau secara rutin GPM ada lokasinya, karena kalau keinginan kami secara rutin, cuma terkait dengan operasional,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *