SMAN 1 Cianjur Bertransformasi Jadi Sekolah Maung, Ini Jadwal SPMB 

SMA Negeri (SMAN) 1 Cianjur resmi bertransformasi menjadi Sekolah Maung atau sekolah manusia unggul yang diproyeksikan mencetak lulusan berdaya saing global.(Cianjur Ekspres/Moch Nursidin)

CIANJUREKSPRES.ID – SMA Negeri (SMAN) 1 Cianjur resmi bertransformasi menjadi Sekolah Maung atau sekolah manusia unggul yang diproyeksikan mencetak lulusan berdaya saing global.

Kepala SMAN 1 Cianjur, Dede Sadan Nurjaman, mengatakan, program Sekolah Maung merupakan gagasan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menciptakan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“SMAN 1 Cianjur ini adalah sekolah yang bertransformasi menjadi sekolah Maung (manusia unggul). Prospek ke depannya, harapan pemerintah nanti lulusan sekolah maung dapat melanjutkan ke perguruan tinggi unggul, 80 persen di dalam negeri dan 20 persen ke luar negeri, 200 perguruan tinggi terbaik dunia,” ujarnya kepada wartawan, Selasa 19 Mei 2026.

Menurutnya, lulusan Sekolah Maung dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi unggulan baik di dalam maupun luar negeri. Pemerintah juga disebut telah menyiapkan berbagai program beasiswa seperti LPDP dan Beasiswa Garuda.

Dede menjelaskan, proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) akan dibuka pada 25 hingga 29 Mei mendatang. Sekolah Maung hanya menerima siswa unggul baik akademik maupun non akademik.

“Yang diterima di SMA ini adalah siswa unggul akademik maupun non akademik, siswa berprestasi,” katanya.

Dia menyebutkan, jalur penerimaan dibagi menjadi tiga kategori. Pertama jalur bakat istimewa atau CB sebesar 10 persen. Jalur tersebut diperuntukkan bagi siswa dengan kemampuan khusus, yang dibuktikan melalui hasil tes potensi akademik atau psikotes dengan skor minimal 130.

Kemudian jalur prestasi akademik sebesar 70 persen berdasarkan nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Calon siswa minimal memiliki rata-rata nilai 85 dari semester satu hingga semester lima.

Sementara 20 persen lainnya diperuntukkan bagi jalur prestasi non akademik seperti seni, olahraga, kepemimpinan, dan minat bakat lain dengan syarat memiliki sertifikat kejuaraan minimal tingkat provinsi.

“Contohnya anak yang berprestasi di karate bisa mengunggah sertifikat juara ke sistem pendaftaran,” ucapnya.

Selain itu, SMAN 1 Cianjur juga menerapkan tiga kurikulum sekaligus, yakni kurikulum nasional, Cambridge, dan kurikulum spesialis. Sistem pembelajaran dilakukan dengan konsep full day school dari Senin hingga Jumat, sedangkan Sabtu difokuskan pada pengembangan minat dan bakat, serta Minggu kegiatan camp.

Dede menambahkan, proses belajar mengajar dilakukan menggunakan bahasa Inggris dengan pendampingan dosen dari sejumlah perguruan tinggi ternama.

“Misalnya guru matematika didampingi dosen dari UPI, kimia dari Unpad dan sebagainya. Ini bekerja sama dengan perguruan tinggi,” katanya.

Metode pembelajaran yang diterapkan menggunakan sistem blended learning, yakni kombinasi pembelajaran daring dan tatap muka. Kegiatan belajar juga tidak hanya dilakukan di ruang kelas, tetapi dapat berlangsung di taman, panggung hingga area terbuka lainnya.

“Standar penguasaan materi di sekolah maung lebih tinggi dibanding sekolah reguler,” ujarnya.

Untuk kuota penerimaan siswa, tahun ini juga mengalami perubahan. Setiap rombongan belajar hanya diisi 32 siswa dengan total 12 rombel atau sebanyak 384 siswa.

“Kalau sebelumnya reguler bisa 36 sampai 43 siswa per kelas, sekarang lebih sedikit,” kata dia.

Dia menegaskan, jalur penerimaan seperti afirmasi dan perpindahan tugas orang tua ditiadakan. Sekolah Maung hanya menerima siswa berprestasi sesuai kriteria yang telah ditentukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *