CIANJUREKSPRES.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mengklaim tingkat keberhasilan program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) mencapai 92 persen.
Dari tingkat keberhasilan tersebut, para peserta program PKK dan PKW dipastikan telah bekerja di dalam dan di luar negeri dari berbagai bidang.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Kursus dan Pelatihan Direktorat Jendral Pendidikan Vokasi Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen RI Yaya Sutarya di Cianjur.
“Kita di Kemendikdasmen, untuk di bidang pusat pendidikan dan pelatihan ada dua program nasional yaitu PKK dan PKW. kedua program tersebut disiapkan untuk anak-anak yang tidak atau putus sekolah dan masih di bawah usia 25 tahun,” katanya di Pendopo Kabupaten Cianjur, Minggu 17 Mei 2026.
Para peserta didik tersebut lanjut dia, diakumulasikan dalam bentuk kedua program PKK dan PKW, lalu disalurkan melalui Lembaga Kursus Pelatihan (LKP) yang ada.
“LKP yang ada tersebut kemudian memberikan pelatihan kepada mereka hingga mendapatkan tingkatan PKK dan PKW. Kementerian juga memberikan dukungan anggarannya,” papar Yaya.
Menurutnya, program PKK dan PKW tersebut telah berjalan sejak tahun 2025. Ia menyebutkan hingga sejauh ini tingkat keberhasilan PKK telah mencapai 92 persen.
“Yang mengikuti program PKK itu bisa bekerja di dalam atau luar negeri. Contohnya hari ini kita lepas yang akan bekerja ke luar negeri, lalu dalam waktu dekat ada 3.500 yang juga segera bekerja ke luar negeri. Selebihnya pun ada yang bekerja di dalam negeri dalam semua bidang,” katanya.
Yaya mengatakan, selama periode Januari hingga April 2026 tercatat telah ada sebanyak 6 ribu yang telah bekerja keluar negeri hasil dari program PKK di tahun 2025.
Ketua DPPF LKP, Zoelkifli M. Adam, mengatakan, pihaknya selalu mengingatkan peserta untuk memilih lembaga-lembaga yang memiliki legalitas jelas dan berkuatan hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami dari Asosiasi sebagai LKP, juga selalu mengingatakan masyarakat juga tidak tergiur dengan janji-janji manis, datanglah lembaga-lembaga legal, di Cianjur ada DPCF LKP,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur, Ramzi Geys Thebe, mengatakan bahwa di setiap kegiatan yang melibatkan anak muda dan pelajar, pihaknya sering mengingatkan bahwa saat ini persaingan di berbagai bidang sangat kompetitif.
“Saya lagi tidak mau bicara keterbatasan, ayo bergerak, meski dengan keterbatasan, tapi alhamdulilah tangan-tangan lain, seperti balai pelatihan kerja dan lain-lainnya untuk menghadapi kondisi yang cukup kompetitif ini,” ungkapnya.












