Wamenag RI Dorong Kemajuan Madrasah dan Pesantren di Cianjur

Wakil Menteri Agama RI, Romo R. Muhammad Syafi’i, saat melakukan serangkaian kunjungan ke Kabupaten Cianjur. (Foto: Istimewa)

CIANJUREKSPRES.ID – Komitmen pemerintah dalam memperkuat pendidikan Islam kembali ditegaskan melalui kunjungan Wakil Menteri Agama RI, Romo R. Muhammad Syafi’i, ke Kabupaten Cianjur. Kehadirannya mendapat apresiasi dari berbagai kalangan karena dinilai membawa perhatian nyata terhadap pengembangan madrasah dan pesantren.

Ketua Umum Gerakan Peduli Pendidikan Indonesia (GPPI RI), Ahmad Yusup, menyebut langkah yang dilakukan Wakil Menteri Agama bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di daerah.

Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan dan penguatan sarana ibadah menjadi kebutuhan penting untuk mendukung lahirnya generasi yang unggul secara intelektual maupun spiritual.

“Perhatian pemerintah terhadap madrasah dan pesantren sangat kami apresiasi. Ini menjadi bukti bahwa negara hadir untuk mendukung kemajuan pendidikan Islam, khususnya di Kabupaten Cianjur,” ujar Ahmad Yusup, kepada Cianjur Ekspres, Minggu 17 Mei 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Romo R. Muhammad Syafi’i melakukan peletakan batu pertama pembangunan Auditorium MIS Al Musarofah di Kabupaten Cianjur.
Auditorium itu nantinya akan digunakan sebagai pusat kegiatan pendidikan, pengembangan bakat siswa, hingga ruang pembinaan keilmuan dan keagamaan.

Selain itu, Wamenag RI juga meresmikan Masjid As-Syafi’i di lingkungan MTsN 5 Rancagoong. Kehadiran masjid tersebut diharapkan menjadi pusat pembinaan karakter dan penguatan nilai spiritual peserta didik.

Ahmad Yusup menilai pembangunan fasilitas pendidikan dan rumah ibadah di lingkungan madrasah memiliki dampak besar terhadap pembentukan karakter generasi muda.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat pembinaan akhlak. Begitu juga auditorium, bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang untuk melahirkan ide, kreativitas, dan generasi berkualitas,” katanya.

Dia menambahkan, GPPI RI siap mendukung program-program pemerintah dalam mempercepat pembangunan dan pemerataan fasilitas pendidikan Islam yang layak dan berkualitas.

Sementara itu, Pimpinan Pesantren Al Musarofah, KH Abdul Wahid Al Qudsi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan yang diberikan Kementerian Agama RI terhadap pengembangan pendidikan pesantren di Cianjur.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan untuk pembangunan Auditorium MIS Al Musarofah. Ini menjadi harapan besar bagi peningkatan kualitas kegiatan pendidikan dan pembinaan santri,” ujarnya.

Dia berharap, perhatian pemerintah terhadap pesantren terus berlanjut agar lembaga pendidikan Islam semakin maju dan mampu menjawab tantangan zaman.

Apresiasi juga datang dari tokoh masyarakat Cianjur, Aa Haji Aris Mulkan. Menurutnya, pesantren dan madrasah tidak hanya memiliki peran dalam pendidikan agama, tetapi juga harus mampu mencetak generasi mandiri dan berjiwa wirausaha.

“Santri ke depan harus memiliki kekuatan iman, ilmu, dan ekonomi. Pesantren perlu diperkuat dengan pendidikan kewirausahaan dan keterampilan hidup agar mampu melahirkan generasi produktif,” ungkapnya.

Dia berharap sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat terus diperkuat agar pesantren dan madrasah menjadi pusat pembangunan karakter sekaligus penggerak ekonomi umat di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *