CIANJUREKSPRES.ID – Desa Sukaraharja, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, kini menyandang status sebagai desa tertinggal dan menjadi satu-satunya wilayah dengan kategori tersebut di Pulau Jawa berdasarkan hasil penilaian Indeks Desa (ID).
Kepala Desa Sukaraharja, Budi Rahman, mengatakan, status tersebut muncul setelah pemerintah desa mengisi penilaian indeks sesuai kondisi riil di lapangan, terutama terkait infrastruktur dan fasilitas umum yang banyak mengalami kerusakan.
Menurutnya, sejumlah akses jalan di desa rusak akibat bencana longsor dan pergerakan tanah. Selain itu, beberapa fasilitas pelayanan masyarakat seperti puskesmas pembantu, sekolah hingga sarana MCK juga dinilai belum memadai.
“Kami mengisi penilaian sesuai fakta yang ada di lapangan, mulai dari kondisi jalan hingga fasilitas umum yang rusak,” kata Budi kepada wartawan, Selasa 12 Mei 2026.
Dia menuturkan, keterbatasan sarana dan prasarana berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, termasuk tingginya harga kebutuhan pokok akibat sulitnya akses distribusi.
Salah satu contohnya yakni harga tabung gas LPG 3 kilogram yang bisa mencapai Rp40 ribu di tingkat masyarakat karena tingginya biaya operasional pengiriman.
“Harga gas jadi mahal karena akses jalannya sulit dilalui kendaraan,” ujarnya.
Budi berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah agar Desa Sukaraharja bisa keluar dari status tertinggal. Pasalnya, berbagai persoalan infrastruktur yang dihadapi tidak dapat sepenuhnya ditangani menggunakan dana desa.
“Kami ingin ada dukungan untuk perbaikan sarana dan prasarana supaya minimal status desa bisa naik menjadi berkembang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Administrasi Pemerintah Desa DPMD Kabupaten Cianjur, Dendy Reynaldi menyebut pemerintah daerah terus mendorong peningkatan pembangunan di Desa Sukaraharja.
Dia menargetkan status desa tersebut dapat meningkat menjadi desa berkembang pada tahun ini, sebelum nantinya naik ke kategori desa maju.
“Kami fokus mendorong perbaikan sarana penunjang masyarakat agar status desa bisa meningkat secara bertahap,” pungkasnya.












