CIANJUREKSPRES.ID – Gerakan Aksi Bersama telah menyelesaikan pembangunan Jembatan penghubung antara Kampung Cilonok, Kabupaten Bandung Barat dengan Kampung Jamilega, Kabupaten Cianjur.
Rencananya, jembatan bernama ‘Titian Persatuan’ Cilojami (Cilonok-Jamilega) yang merupakan buah gotong royong antara warga sekitar dengan Aksi Bersama tersebut akan diresmikan langsung Anies Baswedan pada Minggu 19 April 2026.
Kehadiran jembatan ini menjadi jawaban atas penantian panjang warga Cilonok-Jamilega akan akses yang layak. Dengan filosofi “Swadaya Sadayana”, artinya, semua warga berswadaya dan mengambil peran dalam proses pembangunannya. Sehingga, rasa kepemilikannya lebih terasa.
Di balik berdirinya Jembatan Titian Persatuan Cilojami ini, ada peran perempuan di setiap proses pembangunannya. Seperti saat memindahkan batu dari sungai untuk membuat pondasi jembatan, pemasangan besi struktur jembatan, hingga menjadi pengambil keputusan teknis dalam pembangunan Jembatan Titian Persatuan Cilojami ini.
“Kami ikut membangun jembatan ini supaya anak-anak tidak lagi harus berputar jauh untuk berangkat sekolah, lega rasanya ketika jembatan ini selesai. Anak-anak bisa pergi ke sekolah dengan jarak lebih dekat dan aman” ujar Iis, salah satu warga desa setempat yang aktif saat pembangunan.
Jembatan ini dulunya adalah jembatan bambu hasil swadaya masyarakat yang dibangun pada tahun 2007. Selama 19 tahun berdiri, 13.183 warga bergantung kepada jembatan yang rentan lapuk dan rentan terbawa arus sungai.
Kini Jembatan Titian Persatuan Cilojami membentang sepanjang 45 meter dengan elevasi 3 meter lebih tinggi dari posisi sebelumnya.
“Selisih dari jembatan lama ke yang baru lumayan, jadi lebih tinggi dan lebih aman juga daripada sebelumnya” ujar Hermawan.
Terwujudnya jembatan ini tidak terlepas dari peran krusial Teman Aksi Bandung Raya yang mengawal proses pembangunan dari awal hingga akhir.
Mereka melakukan survei, menemani warga dalam segala proses, dan memastikan bahwa rencana teknis berjalan sesuai rencana. Jembatan ini dipilih agar mobilitas warga terhadap akses pendidikan maupun pasar jadi lebih mudah.
Kedepannya, Teman Aksi Bandung Raya juga melakukan program Community Development(Comdev) untuk masyarakat sekitar. Hal ini dilakukan demi memastikan kebermanfaatan Jembatan Titian Persatuan Cilojami tidak terhenti pada konstruksinya saja, melainkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan berkelanjutan.
Anies Baswedan menyampaikan bahwa jembatan ini bukan hanya sekadar bangunan fisik, dia adalah simbol-simbol penyambung antara niat baik yang sempat terhalang dengan harapan warga yang sempat terhambat sekarang tersambungkan.
“Jadi kita tidak hanya sedang membangun jalan setapak,tapi kita sedang membuka jalan yang lebar untuk masa depan,” katanya dalam keterangan tertulisnya.
Menurutnya, Pembangunan Jembatan Titian Persatuan di Kampung Cilonok-Jamilega ini menjadi pengingat bahwa sebuah perubahan tidak lahir dengan sendirinya, melainkan melalui kepedulian bersama.
Akses aman dan nyaman yang dimiliki oleh warga desa saat ini didapatkan dari kontribusi berbagai pihak, termasuk dari para donatur individual serta partner pembangunan seperti Yayasan Islamadina dan BSI Maslahat.
Upaya sekecil apapun, jika dilakukan secara bersama terbukti mampu menjadi sebuah jembatan kokoh yang menghapuskan kekhawatiran warga ketika melintasi jembatan.
Hal itu juga membuktikan bahwa dengan semangat ‘Swadaya Sadayana’ kita bisa membangun harapan dan masa depan yang lebih baik untuk sesama.












