Suasana haru menyelimuti Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sesaat sebelum laga Persib Bandung menghadapi Bali United, Minggu, 12 April 2026. Ribuan pasang mata tertuju ke tengah lapangan, ketika satu menit mengheningkan cipta dilakukan untuk mengenang sosok yang begitu lekat dengan Persib, Rukandi.
Kepergian Rukandi pada Sabtu, 11 April 2026, di usia 66 tahun, meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh Bobotoh. Ia bukan sekadar staf keamanan, melainkan bagian dari denyut kehidupan Persib itu sendiri.
Dalam keheningan yang penuh makna, layar besar stadion menampilkan potongan-potongan kenangan almarhum. Sementara itu, para petugas pertandingan terlihat mengenakan pita hitam di lengan, sebagai simbol kehilangan yang begitu terasa.
Semasa hidupnya, Rukandi dikenal luas sebagai sosok yang penuh dedikasi. Ia kerap berkeliling Kota Bandung dengan sepeda motor khasnya, lengkap dengan pengeras suara, menyampaikan “woro-woro” pertandingan Persib. Suaranya menjadi penanda, semangatnya menjadi penggerak.
Kecintaan yang tulus itu akhirnya membawanya lebih dekat dengan tim kebanggaannya. Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat pun memberinya kepercayaan untuk menjadi bagian dari keluarga besar Persib sebagai staf keamanan di Graha Persib.
Kini, sosok itu telah berpulang. Namun, jejaknya tetap hidup dalam setiap sorakan, setiap langkah, dan setiap cinta yang tumbuh untuk Persib.












