CIANJUREKSPRES.ID – Intensitas hujan yang sangat lebat pada Jumat 27 Maret 2026 mengakibatkan sejumlah wilayah di Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur mengalami longsor. Bahkan jalan desa penghubung antar kampung putus dan tidak bisa dilalui kendaraan.
Berdasarkan data dari Pemerintah Kecamatan Cidaun, bencana tanah longsor terjadi di 17 titik.
“Data ini bisa terus berkembang karena kondisi hingga Sabtu 28 Maret 2026 siang masih turun hujan,” ujar Camat Cidaun, Gagan Rusganda dalam keterangan tertulisnya, Minggu 29 Maret 2026.
Selain tanah longsor, akses jalan desa di Kampung Datar Jeruk penghubung antara Hegarwangi-Tipar putus. Lahan pertanian juga terdampak longsoran tanah, sedangkan untuk korban jiwa nihil.
“Ada satu kampung yang perlu dilakukan asesment atau pengecekan oleh dinas teknis karena posisi longsoran berada di tebing yang dibawahnya ada pemukiman penduduk,” ungkap Gagan.
Dia menjelaskan, titik longsoran yang menghalangi akses jalan sudah mulai dibersihkan oleh warga secara gotong royong pada Sabtu 28 Maret 2026.
“Secepatnya yang harus ditindaklanjuti adalah pembangunan jalan yang terputus, dan pemasangan boronjong untuk beberapa titik ruas jalan,” kata Gagan.
“Dikhawatirkan ketika ruas jalan dilintasi kendaraan, tidak ada penahan cor beton, bisa menambah titik ruas jalan yang terputus,” sambungnya.












