CIANJUREKSPRES.ID – Arus lalu lintas di Jalan Raya Puncak, Kabupaten Cianjur, kembali lancar pada Senin, 23 Maret 2026, sekitar pukul 23:00 WIB, malam. Setelah sebelumnya sempat mengalami kepadatan.
Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suhandi, mengatakan, berdasarkan data traffic counting dari pukul 08:00 sampai 16:00 WIB, volume kendaraan yang melintas di perbatasan Puncak mencapai puluhan ribu unit.
“Berdasarkan data traffic counting, dari jam 08:00 sampai jam 16:00 WIB, mencapai 32.401 kendaraan. Dengan rincian, kendaraan yang masuk Cianjur itu roda dua nya ada 8.140, roda empat nya itu ada 5.623, roda enam nya itu ada 753. Nah kendaraan yang keluar Cianjur, rinciannya, roda dua ada 11.546, roda empat ada 5.579, roda enam ada 490 kendaraan,” katanya.
Menurutnya, tingginya volume kendaraan tersebut sempat memicu kepadatan arus, sehingga pihak kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas secara bertahap.
“Situasi arus lalu lintas saat ini terpantau ramai lancar, namun sebelumnya sempat terjadi kepadatan sehingga dilakukan rekayasa lalu lintas berupa CB buka tutup dan one way sepenggal lokal di jalur Puncak,” katanya.
Dia menjelaskan, sistem buka tutup arus diberlakukan beberapa kali sejak pagi hingga siang hari, di antaranya di Pos Hanjawar dengan titik penyekatan di SPBU Cholibah, serta di Pertigaan Cibodas dengan titik pending di Simpang Cikanyere.
“Rekayasa dilakukan beberapa kali, dengan durasi antara 20 hingga 30 menit, menyesuaikan kondisi arus kendaraan di lapangan,” katanya.
Selain itu, pada pukul 14.50 WIB juga diberlakukan sistem satu arah (one way) di jalur Puncak-Cipanas untuk mengimbangi rekayasa lalu lintas dari wilayah Bogor.
“Penerapan one way dilakukan untuk mengurai kepadatan dan mengimbangi arus dari arah Bogor,” katanya.
Aang menambahkan, saat ini kondisi arus kendaraan di wilayah Cianjur sudah kembali normal dengan kategori ramai lancar. Selama pengamanan arus, sebanyak 68 personel diterjunkan di jalur arteri.
“Untuk saat ini arus sudah kembali lancar, dan tidak ada kejadian menonjol baik kecelakaan maupun kemacetan parah,” pungkasnya. (cr1)












