CIANJUREKSPRES.ID- Mudik menjadi tradisi yang tidak terpisahkan dari perayaan Hari Raya Idulfitri di Indonesia.
Setiap tahunnya, jutaan orang melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman untuk bertemu dan berkumpul bersama keluarga. Perjalanan mudik sering kali menempuh jarak yang cukup jauh, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.
Dalam perjalanan tersebut, keselamatan dan kelancaran tentu menjadi harapan bagi setiap pemudik.
Selain mempersiapkan berbagai kebutuhan perjalanan seperti kendaraan, bekal, dan kondisi fisik, umat Muslim juga dianjurkan untuk memanjatkan doa sebelum memulai perjalanan.
Membaca doa sebelum mudik merupakan salah satu bentuk ikhtiar spiritual agar perjalanan yang ditempuh diberikan perlindungan, keselamatan, serta kemudahan oleh Allah SWT. Doa tersebut juga menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan yang dilakukan hendaknya selalu diawali dengan memohon pertolongan dan penjagaan dari Tuhan.
Dengan memanjatkan doa sebelum berangkat mudik, diharapkan perjalanan menuju kampung halaman dapat berjalan lancar, aman, dan sampai ke tujuan dengan selamat sehingga momen berkumpul bersama keluarga di hari raya dapat dirasakan dengan penuh kebahagiaan.
Subhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamun-qolibuun. Allahumma innaa nas’aluka fii safarinaa hadza al birro wat taqwa wa minal ‘amali ma tardho. Allahumma hawwin ‘alainaa safaronaa hadza, wathwi ‘anna bu’dahu. Allahumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.
Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan ini kebaikan dan ketakwaan, serta amal yang Engkau ridhai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan dan pelindung bagi keluarga yang ditinggalkan. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, dan buruknya keadaan saat kembali dalam harta dan keluarga.” (HR. Muslim)












