CIANJUREKSPRES.ID- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Jawa Barat pada Rabu, 4 Maret 2026. Peringatan ini disampaikan pada pukul 12.25 WIB dan berlaku hingga sekitar pukul 14.30 WIB.
BMKG menyebutkan, sejumlah wilayah di Jawa Barat berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, serta angin kencang. Kondisi tersebut diperkirakan mulai terjadi sejak pukul 12.35 WIB dan dapat meluas ke berbagai daerah.
Wilayah yang terdampak meliputi kawasan perairan Waduk Cirata, sejumlah kecamatan di Kabupaten Purwakarta, Sukabumi, Cianjur, Karawang, dan Bandung Barat, serta wilayah Kota Sukabumi.
Selain itu, potensi cuaca ekstrem juga dapat meluas ke beberapa daerah di Kabupaten Indramayu, Subang, Bandung, serta Kota Cimahi.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti genangan air, banjir lokal, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas transportasi. Warga juga diminta menghindari aktivitas di ruang terbuka saat terjadi hujan lebat disertai petir.
Menurut BMKG, peringatan dini ini merupakan bagian dari layanan nowcasting, yaitu sistem pemantauan cuaca secara real-time yang memprediksi kondisi cuaca ekstrem dalam jangka waktu singkat, antara nol hingga enam jam ke depan. Informasi ini digunakan sebagai langkah antisipasi agar masyarakat dapat mempersiapkan diri lebih baik.
BMKG menegaskan akan terus memantau perkembangan kondisi atmosfer di wilayah Jawa Barat dan memperbarui informasi secara berkala melalui kanal resmi. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi cuaca terbaru dan tidak mudah percaya pada sumber yang belum terverifikasi.












