CIANJUREKSPRES.ID – MAPALA dan SISPALA Cianjur menggelar diskusi santai namun mendalam mengenai sebab akibat bencana lingkungan, dengan fokus pada peran manusia dalam membentuk risiko bencana sehari-hari, Minggu 25 Januari 2026.
Koordinator Komite Sub DAS Cikundul, Herry Trijoko, mengatakan, diskusi ini menekankan bahwa bencana bukan peristiwa yang datang tiba-tiba, melainkan hasil dari rangkaian tindakan kecil yang dilakukan berulang—mulai dari pengelolaan sampah, perubahan tata guna lahan, hingga sikap abai terhadap lingkungan sekitar.
“Melalui dialog terbuka, peserta diajak bergerak dari sekadar sadar menjadi kesadaran, hingga mencapai kesadartahuan—yakni keberanian untuk terus belajar, mengoreksi diri, dan bertanggung jawab atas pilihan-pilihan kecil yang berdampak besar,” katanya dalam keterangan tertulisnya.
Herry berharap kegiatan ini dapat memperkuat peran MAPALA dan SISPALA tidak hanya sebagai pencinta alam secara aktivitas, tetapi juga sebagai agen perubahan yang berpikir kritis, reflektif, dan konsisten dalam menjaga lingkungan.
“Diskusi ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga jejak, membangun kebiasaan baik, dan menumbuhkan kesadaran lingkungan dari diri sendiri dan komunitas terdekat,” katanya.












