CIANJUREKSPRES.ID – Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menanggapi turunnya tingkat hunian hotel di Kabupaten Cianjur yang dilaporkan mengalami penurunan hingga sekitar 30 persen pada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.
Menurutnya, penurunan okupansi tersebut merupakan pilihan masyarakat masing-masing dalam merayakan pergantian tahun.
“Ya itu kembali kepada pilihan masing-masing. Mungkin ada yang merasa lebih nyaman merayakan di rumah bersama keluarga, atau dengan kegiatan lainnya. Itu kami serahkan sepenuhnya kepada masyarakat,” katanya kepada wartawan, Rabu 31 Desember 2025.
Menurutnya, kondisi tersebut juga mungkin berpengaruh terhadap arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama di Cianjur yang terpantau relatif lengang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Bisa jadi berpengaruh. Lalu lintas memang terlihat lebih lengang,” ujarnya.
Selain faktor pilihan pribadi, dia menyebut situasi kebatinan nasional juga menjadi pertimbangan masyarakat dalam merayakan tahun baru. Pasalnya, sejumlah daerah di Indonesia masih dilanda bencana alam.
“Ada imbauan juga untuk melaksanakan perayaan tahun baru dengan lebih tenang. Karena di wilayah lain di Indonesia, saudara-saudara kita masih terdampak bencana,” katanya.
Bupati berharap momentum pergantian tahun ini dapat dimaknai sebagai waktu untuk mempererat kebersamaan keluarga sekaligus mendoakan para korban bencana.
“Alangkah lebih baiknya tahun baru kali ini kita habiskan bersama keluarga, sambil mendoakan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” pungkasnya.












