CIANJUREKSPRES.ID- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) menghimpun laporan perkembangan situasi dan penanganan bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia hingga Selasa, 23 Desember 2025 pukul 07.00 WIB. Sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi basah dilaporkan terjadi akibat curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur beberapa daerah.
Salah satu kejadian menonjol terjadi di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Pada Minggu, 21 Desember 2025 sekitar pukul 16.00 WIB, hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah. Peristiwa tersebut menyebabkan pohon tumbang serta kerusakan pada rumah dan fasilitas masyarakat. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Juwiring di Desa Bulurejo, Ketitang, dan Taji, serta Kecamatan Karangdowo di Desa Kupang.
Akibat kejadian tersebut, tercatat sebanyak delapan kepala keluarga terdampak. Kerusakan material meliputi delapan unit rumah, empat unit tempat usaha, satu jaringan internet, serta tiga akses jalan yang terganggu. BPBD Kabupaten Klaten bersama Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) dan relawan setempat segera melakukan asesmen, evakuasi, serta penanganan darurat untuk memastikan keselamatan warga.
Selain angin kencang, hujan lebat juga memicu banjir di Kabupaten Klaten pada waktu yang sama dengan ketinggian air antara 20 hingga 60 sentimeter. Genangan merendam permukiman dan fasilitas umum di Kecamatan Juwiring, Desa Carikan dan Taji, serta Kecamatan Wonosari di Desa Kingkang dan Desa Gunting. Sebanyak 35 kepala keluarga terdampak, dengan 35 unit rumah terendam, satu pasar tradisional, satu kantor desa, dan satu unit ruko terdampak. Banjir juga menyebabkan delapan akses jalan terganggu dan satu tanggul sungai ambrol.
Kebutuhan mendesak dalam penanganan darurat banjir tersebut meliputi terpal, logistik, serta perlengkapan kebersihan. Hingga Senin, 22 Desember 2025, kondisi banjir dilaporkan berangsur surut dan masih dalam pemantauan BPBD Kabupaten Klaten. Provinsi Jawa Tengah sendiri masih berstatus siaga darurat bencana banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem hingga 23 Mei 2026.
Di Provinsi Jawa Timur, hujan dengan intensitas sedang yang disertai kiriman air dari wilayah hulu menyebabkan meluapnya Kali Lamong pada Minggu, 21 Desember 2025. Banjir melanda dua kecamatan di Kabupaten Gresik, yakni Kecamatan Balongpanggang dan Kecamatan Benjeng, dengan total sembilan desa terdampak. Sebanyak 152 kepala keluarga terdampak, dengan jumlah rumah terdampak mencapai 152 unit.
Selain permukiman, banjir juga berdampak pada tiga fasilitas pendidikan, empat fasilitas peribadatan, dua kantor balai desa, serta sekitar 101 hektare lahan persawahan. BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Gresik terus melakukan asesmen dan pemantauan tinggi muka air Kali Lamong. Hingga laporan terakhir, kondisi banjir berangsur surut.
Sementara itu, bencana hidrometeorologi juga terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan. Pada Jumat, 19 Desember 2025 malam, angin puting beliung melanda enam desa di empat kecamatan. Peristiwa ini menyebabkan sekitar 59 kepala keluarga atau 62 jiwa terdampak, dengan total 59 unit rumah mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. BPBD setempat telah melakukan pembersihan pohon tumbang dan penanganan darurat di lokasi kejadian.
BNPB mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, terutama di tengah tingginya intensitas curah hujan yang masih berpotensi memicu bencana hidrometeorologi basah. Masyarakat diharapkan memantau informasi cuaca, menjaga kebersihan lingkungan, memastikan sistem drainase berfungsi baik, serta segera melaporkan kondisi darurat kepada pihak berwenang.












