Waspada Cuaca Ekstrem 20–22 Desember 2025, Hujan Lebat Berpotensi Landa Sejumlah Provinsi

Waspada Cuaca Ekstrem 20–22 Desember 2025, Hujan Lebat Berpotensi Landa Sejumlah Provinsi

CIANJUREKSPRES.ID- Sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami cuaca ekstrem selama periode 20–22 Desember 2025. Potensi tersebut didominasi oleh hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, serta angin kencang di beberapa daerah. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang.

Berdasarkan prakiraan tiga harian, Aceh diperkirakan mengalami hujan sedang hingga lebat secara konsisten selama tiga hari berturut-turut. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta, yang diprakirakan diguyur hujan sedang hingga lebat hingga 22 Desember 2025.

Wilayah dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat antara lain Bali, Banten, Bengkulu, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Di Bali, hujan lebat hingga sangat lebat diprakirakan terjadi pada 20 dan 21 Desember, sebelum menurun menjadi hujan sedang hingga lebat pada 22 Desember 2025.

Sementara itu, Banten menjadi salah satu wilayah yang perlu perhatian khusus karena selain hujan lebat hingga sangat lebat pada 20 dan 21 Desember, daerah ini juga berpotensi mengalami angin kencang dalam periode yang sama. Kondisi cuaca ekstrem di Banten diperkirakan masih berlanjut pada 22 Desember dengan intensitas hujan sedang hingga lebat.

Di DKI Jakarta dan Jawa Barat, hujan lebat hingga sangat lebat diprakirakan terjadi pada 20 Desember 2025, kemudian berlanjut dengan hujan sedang hingga lebat pada dua hari berikutnya. Kondisi ini meningkatkan potensi genangan dan banjir di wilayah perkotaan dan daerah rawan.

Adapun Gorontalo diprakirakan mengalami hujan sedang hingga lebat pada 20 dan 21 Desember, sedangkan Jambi berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat pada 20 Desember 2025.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini, menghindari aktivitas di area rawan bencana, serta menyiapkan langkah antisipasi guna mengurangi risiko dampak cuaca ekstrem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *