CIANJUREKSPRES.ID- Eksim merupakan salah satu masalah kulit yang cukup umum terjadi. Kondisi ini dapat menyebabkan kulit menjadi kering, gatal, kemerahan, bersisik, hingga mengalami iritasi. Pada kondisi tertentu, eksim juga dapat membuat kulit pecah-pecah dan terasa perih.
Eksim dapat dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa. Gejalanya bisa muncul di berbagai bagian tubuh, seperti tangan, wajah, leher, siku, lutut, hingga bagian tubuh yang memiliki lipatan kulit.
Munculnya eksim dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Selain faktor keturunan, terdapat sejumlah kondisi yang dapat memicu atau memperburuk gejala eksim.
Berikut tujuh penyebab atau pemicu eksim yang perlu diketahui.
1. Faktor keturunan
Faktor genetik dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami eksim. Orang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat eksim, alergi, asma, atau kondisi atopik lainnya cenderung memiliki risiko lebih tinggi.
Faktor keturunan dapat memengaruhi fungsi lapisan pelindung kulit. Ketika perlindungan kulit tidak bekerja secara optimal, kulit lebih mudah kehilangan kelembapan dan lebih rentan terhadap iritasi.
Namun, memiliki riwayat keluarga dengan eksim bukan berarti seseorang pasti akan mengalami kondisi tersebut. Faktor lingkungan dan kebiasaan sehari-hari juga dapat berpengaruh.
2. Kulit terlalu kering
Kulit yang kehilangan kelembapan dapat menjadi lebih mudah mengalami iritasi. Kondisi tersebut juga dapat membuat lapisan pelindung kulit terganggu sehingga berbagai zat dari lingkungan lebih mudah masuk dan memicu peradangan.
Kulit kering dapat dipengaruhi oleh cuaca, terlalu sering mandi menggunakan air panas, penggunaan sabun tertentu, hingga kurangnya perawatan untuk menjaga kelembapan kulit.
Karena itu, menjaga kelembapan kulit menjadi salah satu langkah penting untuk membantu mengurangi risiko kekambuhan eksim.
3. Sabun dan produk tertentu
Penggunaan produk yang mengandung bahan tertentu dapat menjadi pemicu eksim pada orang yang memiliki kulit sensitif. Beberapa contohnya adalah sabun, deterjen, parfum, kosmetik, produk pembersih, dan bahan kimia tertentu.
Paparan berulang terhadap bahan yang mengiritasi kulit dapat menyebabkan kulit menjadi kering, kemerahan, dan terasa gatal.
Pemilik kulit sensitif sebaiknya memperhatikan reaksi kulit setelah menggunakan produk baru. Jika muncul iritasi, penggunaan produk tersebut dapat dihentikan dan diganti dengan produk yang lebih lembut.
4. Debu dan alergen
Paparan terhadap alergen tertentu juga dapat memperburuk gejala eksim pada sebagian orang. Debu rumah, tungau, serbuk sari, bulu hewan, dan bahan tertentu dapat menjadi pemicu.
Tidak semua penderita eksim memiliki pemicu alergi yang sama. Karena itu, penting untuk memperhatikan kapan dan setelah terpapar apa gejala kulit mulai muncul.
Menjaga kebersihan tempat tidur, membersihkan rumah secara rutin, dan mengurangi paparan terhadap pemicu yang diketahui dapat membantu mengendalikan gejala.
5. Perubahan cuaca
Perubahan suhu dan kelembapan lingkungan dapat memengaruhi kondisi kulit. Cuaca yang terlalu dingin atau kering dapat membuat kulit kehilangan kelembapan.
Sebaliknya, kondisi panas dan lembap dapat meningkatkan produksi keringat yang kemudian menyebabkan kulit semakin gatal dan teriritasi.
Bagi orang yang mudah mengalami eksim, menjaga kulit tetap lembap serta menggunakan pakaian yang nyaman dapat membantu mengurangi iritasi akibat perubahan cuaca.
6. Stres
Stres tidak selalu menjadi penyebab langsung eksim, tetapi kondisi ini dapat menjadi salah satu pemicu kambuhnya gejala pada sebagian orang.
Ketika mengalami stres, tubuh mengalami berbagai perubahan yang dapat memengaruhi kondisi kulit. Rasa gatal juga dapat semakin mengganggu ketika seseorang sedang mengalami tekanan emosional.
Mengelola stres dengan tidur cukup, berolahraga, melakukan aktivitas yang menyenangkan, dan memiliki waktu istirahat dapat membantu menjaga kondisi tubuh secara keseluruhan.
7. Keringat dan gesekan
Keringat berlebih dan gesekan pada kulit juga dapat memperburuk eksim. Kondisi ini sering terjadi pada bagian tubuh yang tertutup atau memiliki lipatan.
Pakaian yang terlalu ketat, bahan pakaian yang kasar, serta keringat yang terlalu lama menempel pada kulit dapat menyebabkan iritasi.
Memilih pakaian yang longgar dan nyaman serta segera membersihkan tubuh setelah berkeringat dapat membantu mengurangi kemungkinan iritasi.
Eksim memiliki pemicu yang berbeda pada setiap orang. Karena itu, mengenali kondisi yang menyebabkan gejala muncul menjadi langkah penting untuk membantu mencegah kekambuhan.
Jika kulit mengalami gatal dan ruam yang menetap, luka, keluar cairan, atau keluhan semakin parah, sebaiknya periksakan diri kepada dokter. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah keluhan tersebut memang eksim atau merupakan kondisi kulit lainnya.












